Senin, 23 Mei 2022

DI ANTARA SEBAB LAPANGNYA DADA

 DI ANTARA SEBAB LAPANGNYA DADA

✍🏻 Syaikh Abu Abdillah Abdurrahman bin Nashir bin Abdillah bin Nashir bin Hamd Alu Si’di rahimahullah mengatakan,

اﻹﻗﺒﺎﻝ ﻋﻠﻰ اﻟﻠﻪ – ﺭﻏﺒﺔ ﻭﺭﻫﺒﺔ ﻭﺇﻧﺎﺑﺔ – ﻓﻲ ﺟﻤﻴﻊ اﻟﻨﻮاﺋﺐ ﻭاﻟﺤﺎﻻﺕ ﺃﻋﻈﻢ اﻷﺳﺒﺎﺏ ﻻﻧﺸﺮاﺡ اﻟﺼﺪﻭﺭ ﻭﻃﻤﺄﻧﻴﻨﺔ اﻟﻨﻔﻮﺱ ﻭﺇﺩﺭاﻙ اﻟﻐﺎﻳﺎﺕ

“Menyerahkan semua urusan (berharap, takut, dan mengembalikan semuanya) hanya kepada Allah dalam menghadapi seluruh musibah dan keadaan; merupakan sebab terbesar seorang hamba merasakan kelapangan dada, ketenangan jiwa, dan mendapatkan apa yang ia inginkan.”

📚 Al-Fawakih asy-Syahiyyah fi al-Khuthab al-Minbariyyah hlm. 18

TAKUT KEPADA ALLAH DI SETIAP WAKTU

TAKUT KEPADA ALLAH DI SETIAP WAKTU

✍🏻 Ibnu Rajab rahimahullah menyebutkan perkataan sebagian salaf,

ﻟﻴﺲ اﻟﺨﺎﺋﻒ ﻣﻦ ﺑﻜﻰ ﻭﻋﺼﺮ ﻋﻴﻨﻴﻪ، ﺇﻧﻤﺎ اﻟﺨﺎﺋﻒ ﻣﻦ ﺗﺮﻙ ﻣﺎ اﺷﺘﻬﻰ ﻣﻦ اﻟﺤﺮاﻡ ﺇﺫا ﻗﺪﺭ ﻋﻠﻴﻪ

"Orang yang takut (kepada Allah) bukanlah orang yang menangis dan bercucuran air mata. Akan tetapi, orang yang takut (kepada Allah) adalah orang yang meninggalkan hawa nafsunya dari hal-hal yang haram dalam keadaan sebenarnya dia mampu untuk melakukannya. 

ﻭﻣﻦ ﻫﻨﺎ ﻋﻈﻢ ﺛﻮاﺏ ﻣﻦ ﺃﻃﺎﻉ اﻟﻠﻪ ﺳﺮا ﺑﻴﻨﻪ ﻭﺑﻴﻨﻪ 

Di sinilah letak agungnya pahala orang yang menaati Allah ketika sendirian, saat hanya antara dia dan Allah saja yang mengetahui. 

ﻭﻣﻦ ﺗﺮﻙ اﻟﻤﺤﺮﻣﺎﺕ اﻟﺘﻲ ﻳﻘﺪﺭ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺳﺮا.

Demikian pula, betapa besarnya pahala orang yang meninggalkan perkara yang haram dalam keadaan sebenarnya dia mampu untuk melakukannya tanpa ada orang lain yang mengetahuinya."

📚 Majmu' Rasail Ibn Rajab 1/163

Sabtu, 14 Mei 2022

MENYEMBUNYIKAN AMAL SALEH

 MENYEMBUNYIKAN AMAL SALEH

✍🏻 Abdullah Ibnul Mubarak rahimahullah mengatakan,

ﺭﺃﻳﺖ ﻣﺎﻟﻜﺎ ﻓﺮﺃﻳﺘﻪ ﻣﻦ اﻟﺨﺎﺷﻌﻴﻦ ﻭﺇﻧﻤﺎ ﺭﻓﻌﻪ اﻟﻠﻪ ﺑﺴﺮﻳﺮﺓ ﺑﻴﻨﻪ ﻭﺑﻴﻨﻪ، ﻭﺫﻟﻚ ﺃﻧﻲ ﻛﺜﻴﺮا ﻣﺎ ﻛﻨﺖ ﺃﺳﻤﻌﻪ ﻳﻘﻮﻝ

Aku melihat Imam Malik, maka aku mendapati beliau termasuk orang yang khusyuk. Sungguh Allah telah mengangkat derajat beliau dengan sebab rahasia antara dirinya dan Allah.

Yang demikian itu karena aku sering mendengar beliau memberikan nasihat,

ﻣﻦأحب أن ﻳﻔﺘﺢ ﻟﻪ ﻓﺮﺟﺔ ﻓﻲ ﻗﻠﺒﻪ ﻭﻳﻨﺠﻮ ﻣﻦ ﻏﻤﺮاﺕ اﻟﻤﻮﺕ ﻭﺃﻫﻮاﻝ ﻳﻮﻡ اﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﻓﻠﻴﻜﻦ ﻓﻲ ﻋﻤﻠﻪ ﻓﻲ اﻟﺴﺮ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﻨﻪ ﻓﻲ اﻟﻌﻼﻧﻴﺔ

“Siapa yang suka dibukakan kelapangan pada hatinya, selamat dari kengerian sakratulmaut, dan dahsyatnya hari kiamat; hendaknya amalan yang disembunyikan lebih banyak daripada amalan yang tampak.”

📚 Tartiib al-Madaarik wa Taqriib al-Masaalik 2/51

KAYA DAN MISKIN ADALAH UJIAN

 KAYA DAN MISKIN ADALAH UJIAN

✍🏻 Hasan al-Bashri rahimahullah berkata,

لو شاءَ اللهُ - عَزَّ وَجَلَّ - لجعلَكُمْ أغنياءَ لا فقيرَ فيكم، ولو شاءَ لجعلَكُمُ فقراءَ ولا غَنِيَّ فيكم، ولكنِ ابْتَلَى بعضَكُمْ ببعضٍ لِيَنْظُرَ كيفَ تَعْمَلُونَ.

Jika Allah azza wa jalla berkehendak, tentu Dia akan menjadikan kalian semua kaya, tidak ada yang fakir di antara kalian. Jika Dia berkehendak pula, Dia akan menjadikan kalian semua fakir, tidak ada yang kaya di antara kalian. Akan tetapi, (Dia menjadikan di antara kalian ada yang kaya dan ada yang fakir) untuk menguji sebagian kalian dengan sebagian yang lain, agar Dia melihat apa yang kalian perbuat.

📚 Adab al-Hasan al-Bashri wa Zuhduhu wa Mawa'izhuhu, hal. 36


Rabu, 09 Maret 2022

TANDA SESEORANG MENCINTAI ORANG LAIN KARENA ALLAH

TANDA SESEORANG MENCINTAI ORANG LAIN KARENA ALLAH

✍🏼 Sufyan ats-Tsaury rahimahullah berkata:

إذا أحببت في الله، ثم أحدث حدثا، فلم تبغضه عليه، فلم تحبه في الله!

"Jika engkau mengaku mencintai seseorang karena Allah, lalu ketika dia melakukan sebuah dosa engkau tidak marah kepadanya, maka hakekatnya engkau tidak mencintainya karena Allah."

📚 Hilyatul Auliya', jilid 7 hlm. 34

HAKEKAT DUNIA YANG FANA

HAKEKAT DUNIA YANG FANA

✍🏼 Al-Hasan al-Bashry rahimahullah berkata:

ما الدنيا كلها من أولها إلى آخرها إلا كرجل نام نومة
رأى في منامه ما يحب ثم انتبه.

"Tidaklah dunia ini semuanya dari awalnya hingga akhirnya selain seperti seseorang yang tidur yang bermimpi melihat hal-hal yang dia senangi lalu dia terbangun."

📚 Al-Mujalasah wa Jawahirul Ilmi, hlm. 227

ILMU LEBIH BERHARGA DARI DUNIA SEISINYA

 ILMU LEBIH BERHARGA DARI DUNIA SEISINYA

✍🏻 Asy-Syaikh al-Utsaimin rahimahullah berkata:

الإنسان الذي يمن الله عليه بالعلم فقد من الله عليه بما هو أعظم من الأموال والبنين والزوجات والقصور والمراكب وكل شيء

"Seseorang yang diberi karunia ilmu (agama) oleh Allah, maka sungguh Allah telah mengaruniakan untuknya sesuatu yang lebih berharga dibandingkan dengan harta, anak-anak laki-laki, para istri, istana, kendaraan, dan segala sesuatu."

📚 Syarh Riyadhus Shalihin

2 Ayat terakhir surat Albaqarah

◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇

✏Bacaan latin: āmanar-rasụlu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal-mu`minụn, kullun āmana billāhi wa malā`ikatihī wa kutubihī wa rusulih, lā nufarriqu baina aḥadim mir rusulih, wa qālụ sami'nā wa aṭa'nā gufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīr
🛡🛡🛡🛡🛡🛡🛡🛡🛡🛡🛡
✏lā yukallifullāhu nafsan illā wus'ahā, lahā mā kasabat wa 'alaihā maktasabat, rabbanā lā tu`ākhiżnā in nasīnā au akhṭa`nā, rabbanā wa lā taḥmil 'alainā iṣrang kamā ḥamaltahụ 'alallażīna ming qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih, wa'fu 'annā, wagfir lanā, war-ḥamnā, anta maulānā fanṣurnā 'alal-qaumil-kāfirīn

Nasehat Sebelum Tidur

🌺🌺🌺NASIHAT SEBELUM TIDUR🌺🌺🌺

Dari Umar bin Dzar rahimahullah, dari Mujahid rahimahullah, beliau berkata,

إذا أراد أحدكم أن ينام فليستقبل القبلة ولينم على يمينه وليذكر اللّٰه وليكن آخر كلامه عند منامه: لا إله إلا الله؛ فإنّها وفاء لا يدري لعلّها تكون منيّته، ثمّ قرأ: ((وهو الذي يتوفّٰكم بالليل)) 

"Jika salah seorang kalian hendak tidur, jadikanlah kiblat sebagai arah (tubuh) kalian, tidurlah pada sisi kanannya, berzikirlah kepada Allah, dan jadikan 'Laa Ilaha illallah' sebagai ucapan  terakhir menjelang tidurnya. Sesungguhnya kalimat ini adalah pemenuhan (terhadap janji), ia tidak tahu barangkali setelah itu adalah kematiannya."

Kemudian Mujahid membaca ayat, 

وَ هُوَ الَّذِي يَتَوَفّىٰكم بالّيل

"Dan Dialah yang mewafatkan kalian di malam hari." (Al-An'am: 60)

Pentingnya Berdoa Keluar Rumah

📢🤲🏻🧾🌷 PENTINGNYA BERDOA KETIKA KELUAR RUMAH

✍🏻 Rasulullah  shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ

“Apabila seseorang keluar dari rumahnya lalu membaca,

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

BISMILLAAHI TAWAKKALTU ‘ALALLAAHI LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH

“Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada-Nya dan tidak ada daya upaya serta kekuatan, kecuali hanya dengan pertolongan-Nya.”

(Barang siapa yang membaca  doa ini ketika keluar rumah) dikatakan kepadanya,

هُدِيتَ وَكُفِيتَ وَوُقِيتَ. فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ، فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ: كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ

“Kamu telah diberi petunjuk , diberi kecukupan (atas urusan-urusanmu), dan dijaga (dari segala keburukan).” (Hal ini) membuat setan menjauhinya. Bahkan, setan akan berkata kepada setan yang lain, “Bagaimana mungkin kamu bisa menggoda orang yang telah diberi petunjuk, diberi kecukupan, dan dijaga?” 

📚 HR. Abu Dawud

JAGA LISAN

✋🏻 PENTINGNYA MENJAGA LISAN

✍🏻 Ibnul Qayyim rahimahullah: berkata,

إن العبد ليأتي يوم القيامة بحسنات أمثال الجبال، فيجد لسانه قد هدمها عليه كلها ويأتي بسيئات أمثال الجبال، فيجد لسانه قد هدمها من كثرة ذكر الله وما اتصل به
🌷🌷🌷🌷
"Sungguh, ada seorang hamba datang kelak pada hari kiamat dengan pahala kebajikan yang besarnya semisal gunung-gunung. Akan tetapi, ia dapati lisannya telah meluluhlantakan seluruh pahalanya tersebut. 

🌷🌷🌷🌷
Ada pula hamba yang lain, datang kelak pada hari kiamat dengan dosa-dosa kemaksiatan yang besarnya semisal gunung-gunung. Namun, ia dapati lisannya telah menghancurleburkan dosa-dosa tersebut dengan banyaknya ia berzikir kepada Allah dan hal-hal yang terkait dengannya."

Do'a Harian

🎀Dua for Jannah🎀

“ O Allah, I ask You for paradise and seek Your protection from the fire ”

🌺" اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ"🌺

■■■■■■■■■■■■■
🎀: رَبَّنَآ اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِي الْاٰخِرَةِ حَسَـنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ🎀

●Rabbanaaa Aatinaa Fiddunyaa H’asanata Wa Fil Aakhirati H’asanata Wa Qinaa A’d’aaban Naar●

》》Our Lord! Give us in this world that which is good and in the Hereafter that which is good, and save us from the torment of the Fire!《《

🎀: اللَّهُـمَّ أَعِـنِّي عَلـَى ذِكْـرِكَ وَشُكْـرِكَ وَحُسْـنِ عِبَـادَتِـكَ🎀

●Allāhumma a’innī ’alā zikrika wa syukrika wa ḥusni ‘ibādatik●

》》
O Allah, help me to remember You, expressing gratitude towards You, and to worship You in the best manner.《《

🎀: يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ🎀

●Yā Muqallibal-qulūbi, thabbit qalbī 'alā dīnik.●

 》》》O Controller of the hearts, make my heart steadfast in Your religion.《《
[

🎀 اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِن عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ🎀

 ●Allāhumma inni a'ūzu bika min 'azābi jahannam, wa min 'azābil-qabr, wa min fitnatil-mahyā wal-mamāt, wa min syarri fitnatil-masīhil-dajjāl.●

》》O Allah, I seek refuge with You from the torment of Hell, and I seek refuge with You from the torment of the grave, and (I seek refuge with You) from the trials of life and death, and (I see refuge with you) from the evil of tribulation of Masih Ad-Dajjal (antichrist)《《

(Sahih Al-Bukhari)


[🎀 يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ، بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، أَصْلِحلِي شَأْنِ كُلَّهُ، وَ لَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْن🎀

●Ya Hayyu Ya Qayyum, birahmatika astaghitsu, aslih li sha'ni kullahu, wa la takilni ila nafsi tarfata ‘aini●

“》》》O The Ever-Living, O The Self-Subsisting, I seek help through Your Mercy. Set right

all my affairs and do not leave me to myself even for the blinking

of an eye (i.e. a moment).”《《《《


🎀 اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً🎀

●Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqan tayyiban, wa ‘amalan mutaqabbalan●

》》》“O Allah, I ask You for beneficial knowledge, good provision and acceptable deeds.”《《《

🎀: رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْواجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةً أَعْيُنِنَا وَجَعَلْنَا للْمُتَّقِينَ إمَامَا🎀

●Rabbana hablana min azwajina wa zurriyatina qurrota ‘ayunina waj'alna lil muttaqina imama.●

》》》“Our Lord! Bless us with spouses and offspring who will be the joy of our hearts, and make us models for the righteous”《《《


🎀 رَبِّي هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِنَ🎀

●Rabbi habli minas-solihin●

“》》My Lord, grant me a child from among the righteous”《《


🎀: رَبّي هَبْ لِي مِن لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَة إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاء🎀

●Rabbi habli milladunka zurriyatan toyyibatan innaka sami ud-dua’●

》》“My Lord, grant me from Yourself a good offspring. Indeed, You are the Hearer of supplication”《《
(Surah Ali-Imran, 3:38)


🎀 اللهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلَا مَا جَعَلْتَهَ سَهْلاً، وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً🎀

●Allahumma la sahla illa ma ja’altahu sahla, wa anta taj’alul-hazna iza syi’ta sahla.●

“》》O Allah, there is no ease except in that which You have made easy and You make the difficulty if You wish, easy.”《《
(Sahih Ibn Hibban)




🎀: بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ🎀

●Bismillahil-lazi la yadhurru ma’asmihi syai’un fil ardhi wa la fis-sama’i wa huwas-Sami’ul 'Aleem●

》》In the Name of Allah with Whose Name there is protection against every kind of harm in the earth or in heaven, and He is All-Hearing and All-Knowing 《《

(Sunan Abu Daud)


🎀 اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ🎀

●Allahumma inni as’alukal-’afwa wal ‘afiyah fid-dunya wal-akhirah●

》》O Allah, I seek Your forgiveness and my well-being in this world and the Hereafter 《《

(Sunan Ibn Majah)


🎀: أَعُوذُ بِكلِمَاتِ الله التّامّاتِ مِن شَرّ مَا خَلَقَ🎀

●A’uzu bikalimatillahit-tammaati min syarri ma kholak●

》》I seek protection in the perfect words of Allah from every evil that has been created 《《

(Sahih Muslim)


🎀: لَا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ🎀

●La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minaz-zalimin●

》》“There is none worthy of worship except You, Glory to You, Indeed, I have been of the transgressors.”《《

》》“There is none worthy of worship except You. Glory to You.”《《


🎀 اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ البَأْسَ رَبَّ النَّاسِ، اشْفِ وَأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا 🎀

●Allahuma Rabban-nas, azhibil-ba’sa, isyfi wa anta asy-syafi, la syifa’a illa syifa-uka, syifa-an laa yughadiru saqama.●

》》“O Allah, Lord of the people, take away the disease. Cure him as You are the One Who cures. There is no cure but Yours, a cure that leaves behind no ailment.”《《

(Sahih Al-Bukhari)

🎀 رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ🎀

●Rabbij-’alni muqimas-solati wa min zurriyyati, Rabbana wa taqabbal du’aa.●

“》》My Lord, make me an establisher of prayer, and from my descendants. Our Lord, and accept my supplication.”《《

(Surah Ibrahim, 14:40)


Surah Al-Mulk and Terjemahan

**Surat Al Mulk**
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

تَبٰرَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُۖ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌۙ
tabārakallażī biyadihil-mulku wa huwa 'alā kulli syai`ing qadīr
Mahasuci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
ۨالَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُۙ
allażī khalaqal-mauta wal-ḥayāta liyabluwakum ayyukum aḥsanu 'amalā, wa huwal-'azīzul-gafụr
Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.
الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ طِبَاقًاۗ مَا تَرٰى فِيْ خَلْقِ الرَّحْمٰنِ مِنْ تَفٰوُتٍۗ فَارْجِعِ الْبَصَرَۙ هَلْ تَرٰى مِنْ فُطُوْرٍ
allażī khalaqa sab'a samāwātin ṭibāqā, mā tarā fī khalqir-raḥmāni min tafāwut, farji'il-baṣara hal tarā min fuṭụr
Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?
ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ اِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَّهُوَ حَسِيْرٌ
ṡummarji'il-baṣara karrataini yangqalib ilaikal-baṣaru khāsi`aw wa huwa ḥasīr
Kemudian ulangi pandangan(mu) sekali lagi (dan) sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu tanpa menemukan cacat dan ia (pandanganmu) dalam keadaan letih.
وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاۤءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيْحَ وَجَعَلْنٰهَا رُجُوْمًا لِّلشَّيٰطِيْنِ وَاَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيْرِ
wa laqad zayyannas-samā`ad-dun-yā bimaṣābīḥa wa ja'alnāhā rujụmal lisy-syayāṭīni wa a'tadnā lahum 'ażābas-sa'īr
Dan sungguh, telah Kami hiasi langit yang dekat, dengan bintang-bintang dan Kami jadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menyala-nyala.
وَلِلَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ
wa lillażīna kafarụ birabbihim 'ażābu jahannam, wa bi`sal-maṣīr
Dan orang-orang yang ingkar kepada Tuhannya akan mendapat azab Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
اِذَآ اُلْقُوْا فِيْهَا سَمِعُوْا لَهَا شَهِيْقًا وَّهِيَ تَفُوْرُۙ
iżā ulqụ fīhā sami'ụ lahā syahīqaw wa hiya tafụr
Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu membara,
تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِۗ كُلَّمَآ اُلْقِيَ فِيْهَا فَوْجٌ سَاَلَهُمْ خَزَنَتُهَآ اَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيْرٌۙ
takādu tamayyazu minal-gaīẓ, kullamā ulqiya fīhā faujun sa`alahum khazanatuhā a lam ya`tikum nażīr
hampir meledak karena marah. Setiap kali ada sekumpulan (orang-orang kafir) dilemparkan ke dalamnya, penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka, “Apakah belum pernah ada orang yang datang memberi peringatan kepadamu (di dunia)?”
قَالُوْا بَلٰى قَدْ جَاۤءَنَا نَذِيْرٌ ەۙ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللّٰهُ مِنْ شَيْءٍۖ اِنْ اَنْتُمْ اِلَّا فِيْ ضَلٰلٍ كَبِيْرٍ
qālụ balā qad jā`anā nażīrun fa każżabnā wa qulnā mā nazzalallāhu min syai`in in antum illā fī ḍalāling kabīr
Mereka menjawab, “Benar, sungguh, seorang pemberi peringatan telah datang kepada kami, tetapi kami mendustakan(nya) dan kami katakan, “Allah tidak menurunkan sesuatu apa pun, kamu sebenarnya di dalam kesesatan yang besar.”
وَقَالُوْا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ اَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِيْٓ اَصْحٰبِ السَّعِيْرِ
wa qālụ lau kunnā nasma'u au na'qilu mā kunnā fī aṣ-ḥābis-sa'īr
Dan mereka berkata, “Sekiranya (dahulu) kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala.”
فَاعْتَرَفُوْا بِذَنْۢبِهِمْۚ فَسُحْقًا لِّاَصْحٰبِ السَّعِيْرِ
fa'tarafụ biżambihim, fa suḥqal li`aṣ-ḥābis-sa'īr
Maka mereka mengakui dosanya. Tetapi jauhlah (dari rahmat Allah) bagi penghuni neraka yang menyala-nyala itu.
اِنَّ الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ كَبِيْرٌ
innallażīna yakhsyauna rabbahum bil-gaibi lahum magfiratuw wa ajrung kabīr
Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak terlihat oleh mereka, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar.
وَاَسِرُّوْا قَوْلَكُمْ اَوِ اجْهَرُوْا بِهٖۗ اِنَّهٗ عَلِيْمٌ ۢبِذَاتِ الصُّدُوْرِ
wa asirrụ qaulakum awij-harụ bih, innahụ 'alīmum biżātiṣ-ṣudụr
Dan rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati.
اَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَۗ وَهُوَ اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُ
alā ya'lamu man khalaq, wa huwal-laṭīful-khabīr
Apakah (pantas) Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui? Dan Dia Mahahalus, Maha Mengetahui.
هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ ذَلُوْلًا فَامْشُوْا فِيْ مَنَاكِبِهَا وَكُلُوْا مِنْ رِّزْقِهٖۗ وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ
huwallażī ja'ala lakumul-arḍa żalụlan famsyụ fī manākibihā wa kulụ mir rizqih, wa ilaihin-nusyụr
Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.
ءَاَمِنْتُمْ مَّنْ فِى السَّمَاۤءِ اَنْ يَّخْسِفَ بِكُمُ الْاَرْضَ فَاِذَا هِيَ تَمُوْرُۙ
a amintum man fis-samā`i ay yakhsifa bikumul-arḍa fa iżā hiya tamụr
Sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia yang di langit tidak akan membuat kamu ditelan bumi ketika tiba-tiba ia terguncang?
اَمْ اَمِنْتُمْ مَّنْ فِى السَّمَاۤءِ اَنْ يُّرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًاۗ فَسَتَعْلَمُوْنَ كَيْفَ نَذِيْرِ
am amintum man fis-samā`i ay yursila 'alaikum ḥāṣibā, fa sata'lamụna kaifa nażīr
Atau sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia yang di langit tidak akan mengirimkan badai yang berbatu kepadamu? Namun kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku.
وَلَقَدْ كَذَّبَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيْرِ
wa laqad każżaballażīna ming qablihim fa kaifa kāna nakīr
Dan sungguh, orang-orang yang sebelum mereka pun telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka betapa hebatnya kemurkaan-Ku!
اَوَلَمْ يَرَوْا اِلَى الطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صٰۤفّٰتٍ وَّيَقْبِضْنَۘ مَا يُمْسِكُهُنَّ اِلَّا الرَّحْمٰنُۗ اِنَّهٗ بِكُلِّ شَيْءٍۢ بَصِيْرٌ
a wa lam yarau ilaṭ-ṭairi fauqahum ṣāffātiw wa yaqbiḍn, mā yumsikuhunna illar-raḥmān, innahụ bikulli syai`im baṣīr
Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pengasih. Sungguh, Dia Maha Melihat segala sesuatu.
اَمَّنْ هٰذَا الَّذِيْ هُوَ جُنْدٌ لَّكُمْ يَنْصُرُكُمْ مِّنْ دُوْنِ الرَّحْمٰنِۗ اِنِ الْكٰفِرُوْنَ اِلَّا فِيْ غُرُوْرٍۚ
am man hāżallażī huwa jundul lakum yanṣurukum min dụnir-raḥmān, inil-kāfirụna illā fī gurụr
Atau siapakah yang akan menjadi bala tentara bagimu yang dapat membelamu selain (Allah) Yang Maha Pengasih? Orang-orang kafir itu hanyalah dalam (keadaan) tertipu.
اَمَّنْ هٰذَا الَّذِيْ يَرْزُقُكُمْ اِنْ اَمْسَكَ رِزْقَهٗ ۚ بَلْ لَّجُّوْا فِيْ عُتُوٍّ وَّنُفُوْرٍ
am man hāżallażī yarzuqukum in amsaka rizqah, bal lajjụ fī 'utuwwiw wa nufụr
Atau siapakah yang dapat memberimu rezeki jika Dia menahan rezeki-Nya? Bahkan mereka terus-menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri (dari kebenaran).
اَفَمَنْ يَّمْشِيْ مُكِبًّا عَلٰى وَجْهِهٖٓ اَهْدٰىٓ اَمَّنْ يَّمْشِيْ سَوِيًّا عَلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
a fa may yamsyī mukibban 'alā waj-hihī ahdā am may yamsyī sawiyyan 'alā ṣirāṭim mustaqīm
Apakah orang yang merangkak dengan wajah tertelungkup yang lebih terpimpin (dalam kebenaran) ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?
قُلْ هُوَ الَّذِيْٓ اَنْشَاَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَۗ قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَ
qul huwallażī ansya`akum wa ja'ala lakumus-sam'a wal-abṣāra wal-af`idah, qalīlam mā tasykurụn
Katakanlah, “Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan pendengaran, penglihatan dan hati nurani bagi kamu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.”
قُلْ هُوَ الَّذِيْ ذَرَاَكُمْ فِى الْاَرْضِ وَاِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ
qul huwallażī żara`akum fil-arḍi wa ilaihi tuḥsyarụn
Katakanlah, “Dialah yang menjadikan kamu berkembang biak di muka bumi, dan hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan.”
وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْوَعْدُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
wa yaqụlụna matā hāżal-wa'du ing kuntum ṣādiqīn
Dan mereka berkata, “Kapan (datangnya) ancaman itu jika kamu orang yang benar?”
قُلْ اِنَّمَا الْعِلْمُ عِنْدَ اللّٰهِ ۖوَاِنَّمَآ اَنَا۠ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ
qul innamal-'ilmu 'indallāhi wa innamā ana nażīrum mubīn
Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya ilmu (tentang hari Kiamat itu) hanya ada pada Allah. Dan aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan.”
فَلَمَّا رَاَوْهُ زُلْفَةً سِيْۤـَٔتْ وُجُوْهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَقِيْلَ هٰذَا الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تَدَّعُوْنَ
fa lammā ra`auhu zulfatan sī`at wujụhullażīna kafarụ wa qīla hāżallażī kuntum bihī tadda'ụn
Maka ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat) sudah dekat, wajah orang-orang kafir itu menjadi muram. Dan dikatakan (kepada mereka), “Inilah (azab) yang dahulunya kamu minta.”
قُلْ اَرَءَيْتُمْ اِنْ اَهْلَكَنِيَ اللّٰهُ وَمَنْ مَّعِيَ اَوْ رَحِمَنَاۙ فَمَنْ يُّجِيْرُ الْكٰفِرِيْنَ مِنْ عَذَابٍ اَلِيْمٍ
qul ara`aitum in ahlakaniyallāhu wa mam ma'iya au raḥimanā fa may yujīrul-kāfirīna min 'ażābin alīm
Katakanlah (Muhammad), “Tahukah kamu jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersamaku atau memberi rahmat kepada kami, (maka kami akan masuk surga), lalu siapa yang dapat melindungi orang-orang kafir dari azab yang pedih?”
قُلْ هُوَ الرَّحْمٰنُ اٰمَنَّا بِهٖ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَاۚ فَسَتَعْلَمُوْنَ مَنْ هُوَ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
qul huwar-raḥmānu āmannā bihī wa 'alaihi tawakkalnā, fa sata'lamụna man huwa fī ḍalālim mubīn
Katakanlah, “Dialah Yang Maha Pengasih, kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya kami bertawakal. Maka kelak kamu akan tahu siapa yang berada dalam kesesatan yang nyata.”
قُلْ اَرَءَيْتُمْ اِنْ اَصْبَحَ مَاۤؤُكُمْ غَوْرًا فَمَنْ يَّأْتِيْكُمْ بِمَاۤءٍ مَّعِيْنٍ
qul ara`aitum in aṣbaḥa mā`ukum gauran fa may ya`tīkum bimā`im ma'īn
Katakanlah (Muhammad), “Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapa yang akan memberimu air yang mengalir?”

Sabtu, 27 Juni 2020

KISAH PEMBUNUH 100 JIWA

✍🏻📢📄✅ 

Imam al-Bukhari dan Muslim rahimahumallah meriwayatkan dari Abu Said al-Khudri, Said bin Malik bin Sinan radhiallahu anhuma, bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

كَانَ فِيمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ رَجُلٌ قَتَلَ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ نَفْسًا فَسَأَلَ عَنْ أَعْلَمِ أَهْلِ الْأَرْضِ فَدُلَّ عَلَى رَاهِبٍ فَأَتَاهُ فَقَالَ إِنَّهُ قَتَلَ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ نَفْسًا فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ؟ فَقَالَ: لاَ. فَقَتَلَهُ فَكَمَّلَ بِهِ مِائَةً

Dahulu, pada zaman orang-orang sebelum kalian, ada seorang laki-laki yang telah membunuh 99 jiwa. Dia pun bertanya tentang orang yang paling alim di muka bumi ketika itu, lalu ditunjukkan kepadanya tentang seorang rahib (pendeta, ahli ibadah).

Dia pun mendatangi rahib tersebut lalu mengatakan bahwa sesungguhnya dia telah membunuh 99 jiwa, apakah ada tobat baginya?

Ahli ibadah itu berkata, “Tidak.” Seketika laki-laki itu membunuhnya. Dia pun menggenapi dengan itu (membunuh rahib) menjadi seratus jiwa.

ثُمَّ سَأَلَ عَنْ أَعْلَمِ أَهْلِ الْأَرْضِ فَدُلَّ عَلَى رَجُلٍ عَالِمٍ فَقَالَ إِنَّهُ قَتَلَ مِائَةَ نَفْسٍ فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ؟ فَقَالَ: نَعَمْ، وَمَنْ يَحُولُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ التَّوْبَةِ، انْطَلِقْ إِلَى أَرْضِ كَذَا وَكَذَا فَإِنَّ بِهَا أُنَاسًا يَعْبُدُونَ اللهَ فَاعْبُدِ اللهَ مَعَهُمْ وَلاَ تَرْجِعْ إِلَى أَرْضِكَ فَإِنَّهَا أَرْضُ سَوْءٍ.

Kemudian dia menanyakan apakah ada orang yang paling alim di muka bumi ketika itu? Lalu ditunjukkanlah kepadanya tentang seorang yang berilmu. Dia pun mengatakan bahwa sesungguhnya dia telah membunuh 100 jiwa, apakah ada tobat baginya?

Orang alim itu berkata, “Ya. Siapa yang menghalangi dia dari tobatnya? Pergilah ke daerah ini dan ini. Sebab, sesungguhnya di sana ada orang-orang yang senantiasa beribadah kepada Allah, maka beribadahlah kamu kepada Allah bersama mereka. Jangan kamu kembali ke negerimu, karena negerimu itu adalah negeri yang buruk/jahat.”

فَانْطَلَقَ حَتَّى إِذَا نَصَفَ الطَّرِيقَ أَتَاهُ الْمَوْتُ فَاخْتَصَمَتْ فِيهِ مَلاَئِكَةُ الرَّحْمَةِ وَمَلاَئِكَةُ الْعَذَابِ فَقَالَتْ مَلاَئِكَةُ الرَّحْمَةِ: جَاءَ تَائِبًا مُقْبِلاً بِقَلْبِهِ إِلَى اللهِ. وَقَالَتْ مَلاَئِكَةُ الْعَذَابِ: إِنَّهُ لَمْ يَعْمَلْ خَيْرًا قَطُّ.

Dia pun berangkat. Akhirnya, ketika tiba di tengah perjalanan datanglah kematian menjemputnya, (lalu dia pun mati). Berselisihlah malaikat rahmat dan malaikat azab tentang dia.

Malaikat rahmat mengatakan, “Dia sudah datang dalam keadaan bertobat, menghadap kepada Allah dengan sepenuh hatinya.”

Sementara itu, malaikat azab berkata, “Sesungguhnya dia belum pernah mengerjakan satu amalan kebaikan sama sekali.”

فَأَتَاهُمْ مَلَكٌ فِي صُورَةِ آدَمِيٍّ فَجَعَلُوهُ بَيْنَهُمْ فَقَالَ: قِيسُوا مَا بَيْنَ الْأَرْضَيْنِ فَإِلَى أَيَّتِهِمَا كَانَ أَدْنَى فَهُوَ لَهُ. فَقَاسُوهُ فَوَجَدُوهُ أَدْنَى إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي أَرَادَ فَقَبَضَتْهُ مَلاَئِكَةُ الرَّحْمَةِ.

Datanglah seorang malaikat dalam wujud seorang manusia, lalu mereka menjadikan dia (sebagai hakim pemutus) di antara mereka berdua. Kata malaikat itu, “Ukurlah jarak antara (dia dengan) kedua negeri tersebut. Ke arah negeri mana yang lebih dekat, maka dialah yang berhak membawanya.”

Lalu keduanya mengukurnya. Ternyata mereka dapati bahwa orang itu lebih dekat ke negeri yang diinginkannya. Malaikat rahmat pun segera membawanya.

قَالَ قَتَادَةُ: فَقَالَ الْحَسَنُ: ذُكِرَ لَنَا أَنَّهُ لَمَّا أَتَاهُ الْمَوْتُ نَأَى بِصَدْرِهِ

Perawi berkata bahwa Qatadah mengatakan, “Al-Hasan berkata, ‘Disebutkan kepada kami bahwa ketika kematian datang menjemputnya, dia busungkan dadanya (ke arah negeri tujuan)’.”

🌎 Sumber || https://asysyariah.com/pembunuh-100-jiwa/

Selasa, 09 Juni 2020

Pantun Gombal

●Anak, anaknya siapa yang paling imut?? ~Anaknya ibu kamu.

●kamu tuh anak nya usil ya, daritadi ngangguin hati aku mulu.

●punya kaca mata gak neng ? | buat apa ? | aku silau nih , ngeliat senyum kamu

●kalo kamu jadi bunga abang rela jadi pot nya biar bisa terus jagain kamu,.

●orangnya males. Males jauh-jauh dari kamu.

●Aku bisa lari kencang menjadi juara tapi aku tak bisa lari jauh darimu.

●kamu tau gak kenapa magnet itu slalu berdekatan? / gak tau bang emang knp?/ iya itu sama hal nya dgn abang yang ingin slalu ingin deket sama kamu

●Kamu itu kaya lampu merah, setiap kali ketemu kamu bawaannya pengen berhenti.

●De'...saat kali berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan Saktah hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar...

●Aku di matamu bagaikan Nun Mati diantara Idghom Bilaghunnah,..terlihat tetapi di anggap tidak ada

●Kuda apa yang bisa buat bahagia?||kudapatkan hatimu

●Jalan mundur nabrak tukang jamu.aku ga bisa tidur gara gara ingat kamu

●Bedanya kamu dan rumus fisika susah dihafalin.kamu susah dilupain

●Ngemil apa yang paling enak.||ngemilikin kamu

●Kamu suka mi apa..||kalo aku mkirin kamu

●Aku jerman kamu prancis.aku perhatikan kamu makin manis

●hemat pangkal kaya
rajin pangkal pandai
kalo kamu pangkalan hati aku

●Makan nasi kuning sambil dipangku.good morning kamu yang dihatiku

●Makan soto disurabaya.kalo jomblo boleh kenalan ga ya


●Minum susu dipohon randu.senyumanmu bikin rindu

●Habis minum kopi terus minum jamu.dunia ini terasa sepi kal0 gada kamu

●Olahraga di hari Rabu
Pulangnya minum susu
Sungguh hampa hari-hariku
Tanpa sapa dan kabar darimu

● Adik manis membawa kerang
Pipinya dicubit menjadi merah
Selamat tidur wahai sayang
Semoga kau mimpi indah

●Sungguh nikmat masakan pindang
Dimakan dengan sambal paru
Walaupun badai menerjang
Aku kan tetap setia bersamamu

●Odong odong bertalu talu. 
Kapang dong kita ke penghulu?

●Haus minum, badan segar. 
Kamu tersenyum hatiku bergetar.

●Minum jamu di pinggir kali. 
Deket kamu nyaman sekali.

● Si Buaya darat berkata merdu
Si buaya air hanya membisu
Sungguh berat rasanya rindu
Waktu sehari terasa seminggu

Do'a Dalam Bahasa inggris dan artinya

● بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Bismillahilladhi la yadurru ma’ ismihi shai’un fil-ardi wa-laa fissamaa’i wa huwa al-Samee’u al-‘Aleem

“In the Name of Allah, with Whose Name nothing on the earth or in the heaven can cause harm, and He is the All-Hearing, the All-Knowing.” (Narrated by Ahmad)

●●: اَللّٰهُمَّ أَعِنّ۪ي عَلٰى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

"O Allah! Help me to remember You and recite Your name, to thank for Your bounties, and to worship You as befits You!" (Abu Dawud, Witr 26)


●●● اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ
Allaahumma 'innee 'as'alukal-jannata wa 'a'oothu bika minan-naar
O Allah , I ask You for Paradise and seek Your protection from the Fire.


●●●●: رَبَّنَآ اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِي الْاٰخِرَةِ حَسَـنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbanaaa Aatinaa Fiddunyaa H’asanata Wa Fil Aakhirati H’asanata Wa Qinaa A’d’aaban Naar
Our Lord! Give us in this world that which is good and in the Hereafter that which is good, and save us from the torment of the Fire!

●●●: رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Rabbana zalamna anfusina wa il lam taghfir lana wa tarhamna lana kunan minal-khasireen
Our Lord! We have wronged our own souls: If thou forgive us not and bestow not upon us Thy Mercy, we shall certainly be lost.

Minggu, 03 Februari 2019

PENYAKIT 'AIN, SEBAB, PENCEGAHAN DAN TERAPINYA

📋 PENYAKIT 'AIN, SEBAB, PENCEGAHAN DAN TERAPINYA

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

الْعَيْنُ حَقٌّ وَلَوْ كَانَ شَىْءٌ سَابَقَ الْقَدَرَ سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ وَإِذَا اسْتُغْسِلْتُمْ فَاغْسِلُوا

“Penyakit ’ain itu benar adanya, andaikan ada sesuatu yang dapat mendahului taqdir maka ‘ain akan mendahuluinya, dan apabila kalian diminta mandi (untuk mengobati orang yang kalian timpakan penyakit ‘ain) maka mandilah.” [HR. Muslim dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma]

📝 #BEBERAPA_PELAJARAN:

1) Penyakit ‘ain, adalah penyakit apa saja yang disebabkan oleh pandangan mata yang disertai sifat iri atau rasa takjub terhadap yang dipandang, dapat terjadi dari orang yang dengki atau orang yang cinta, dari orang yang jahat atau orang yang shalih, dengan izin Allah 'azza wa jalla.

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata,

والعين نظر باستحسان مشوب بحسد من خبيث الطبع يحصل للمنظور منه ضرر

“Penyakit ’ain adalah pandangan suka disertai hasad yang berasal dari kejelekan tabiat, yang dapat menyebabkan orang yang dipandang itu tertimpa suatu bahaya.” [Fathul Bari, 10/200]

Beliau rahimahullah juga berkata ketika menjelaskan diantara pelajaran dari kisah Sahl bin Hunaif radhiyallahu’anhu (lihat haditsnya di poin 5),

وَأَنَّ الْعَيْنَ تَكُونُ مَعَ الْإِعْجَابِ وَلَوْ بِغَيْرِ حَسَدٍ وَلَوْ مِنَ الرَّجُلِ الْمُحِبِّ وَمِنَ الرَّجُلِ الصَّالِحِ

“Bahwa ‘ain dapat terjadi bersama rasa takjub walau tanpa adanya sifat iri, walau dari orang yang mencintai dan dari seorang yang shalih (tanpa disengaja).” [Fathul Baari, 10/205]

2) Penyakit ‘ain tidak terjadi kecuali dengan izin Allah ta’ala, dan telah Allah ta’ala takdirkan.

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata,

وَالْمَعْنَى أَنَّ الَّذِي يُصِيبُ مِنَ الضَّرَرِ بِالْعَادَةِ عِنْدَ نَظَرِ النَّاظِرِ إِنَّمَا هُوَ بِقَدَرِ اللَّهِ السَّابِقِ لَا بِشَيْءٍ يُحْدِثُهُ النَّاظِرُ فِي الْمَنْظُورِ

“Maknanya bahwa orang yang tertimpa bahaya karena sesuatu yang telah Allah ta’ala tetapkan ketika seseorang memandangnya, hakikatnya terjadi dengan takdir Allah ta’ala yang telah ditetapkan sebelumnya, bukan sesuatu yang baru saja diciptakan oleh orang yang memandang terhadap yang dipandang.” [Fathul Baari, 10/203]

3) Hadits yang mulia ini juga menunjukkan besarnya bahaya yang Allah ta’ala ciptakan dalam penyakit ‘ain, bahkan bisa membunuh, maka jangan diremehkan.

Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata,

فِي الْحَدِيثِ إِثْبَاتُ الْقَدَرِ وَصِحَّةُ أَمْرِ الْعَيْنِ وَأَنَّهَا قَوِيَّةُ الضَّرَر

“Dalam hadits ini terdapat penetapan keimanan terhadap takdir Allah ta’ala dan benarnya perkara ‘ain dan bahwasannya ia sangat berbahaya.” [Fathul Baari, 10/204]

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata,

وَأَنَّ الْإِصَابَةَ بِالْعينِ قد تقتل وقد اختلف فِي جَرَيَانِ الْقِصَاصِ بِذَلِك

“Bahwa menimpakan penyakit ‘ain bisa saja membunuh, dan telah terjadi khilaf ulama tentang penerapan hukum qishosh padanya.” [Fathul Baari, 10/205]

4) Apabila seseorang melihat sesuatu yang mengagumkan pada diri saudaranya, hendaklah ia mendoakan keberkahan untuknya (seperti mengucapkan: “Baarokallaahu fiyk” Semoga Allah memberkahimu), inilah cara untuk mencegah penyakit ‘ain...

KEUTAMAAN ILMU AGAMA

📚 KEUTAMAAN ILMU AGAMA

🥀 Ilmu Agama Sebab Terhindar Dari Laknat Allah & Sebab Kebahagian🥀

▪Orang yang memiliki ilmu agama akan dikecualikan dari laknat Allah ta'ala ketika di dunia. Sebagaimana sabda Rasulallah shalallahu'alaihi wa sallam,

أَلاَ إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُوْنَةٌ مَلْعُوْنٌ مَا فِيْهَا إِلَّا ذِكْرُ اللهِ وَمَا وَالَاهُ وَعَالِـمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ.

"Sesungguhnya dunia itu terlaknat dan terlaknat pula apa yang ada di dalamnya, kecuali dzikir kepada Allah dan ketaatan kepada-Nya, serta orang yang memiliki ilmu (Agama), dan yang mempelajari ilmu (Agama)". (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah, & Ibnu 'Abdil Barr)

▪Ilmu juga merupakan jalan kebaikan di dunia dan akhirat, sebagaimana makna dari firman Allah subhanahu wata'ala,

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً

"Wahai Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat". (QS. Al-Baqarah, 201)

~Al-Hasan rahimahullaah menafsirkan makna ayat tentang kebaikan di dunia yaitu, "ilmu dan ibadah". Sedang makna ayat kebaikan akhirat adalah "surga-Nya Allah"

Dan sesungguhnya kebaikan dunia yang paling agung adalah ilmu yang bermanfaat dan amalan yang shalih.
📚(Al-Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu)

~Al-Imam Sufyan ats-Tsauri rahimahullaah, juga menafsirkan makna ayat tersebut yaitu, kebaikan di dunia adalah "rizki yang baik dan ilmu (Agama)" sedangkan kebaikan di akhirat adalah "surga-Nya Allah".
📚(Jaami Bayaanil Ilmi wa Fadhlihi)

✍🏻Abu Zubair hafizhahullah
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Selasa, 16 Januari 2018

🌹 8 HAL YANG PENTING DILAKUKAN SEBELUM MENIKAH 🌹

🔵Oleh: al Ustadz Abdullah al-Jakarty hafizhahullah

Menikah dan hidup bahagia dalam berumah tangga adalah impian dan harapan semua orang. Namun, bersamaan dengan itu, banyak orang yang tidak menempuh jalannya. Banyak hal yang mesti kita lakukan ketika kita hendak menikah atau berumah tangga, dengan harapan kita hidup bahagia dalam berumah tangga.

berikut ini 8 hal yang penting untuk dilakukan sebelum anda menikah.

1⃣.  PERSIAPKAN ILMU

Mempersiapkan ilmu yang terkait dengan pernikahan adalah hal yang sangat penting. Ini di antara sebab agar rumah tangga kita berjalan bahagia, penuh dengan cinta dan kasih sayang.

Banyak hal yang harus kita ketahui dan pelajari terkait dengan pernikahan, diantaranya :
• latar belakang atau tujuan  yang benar dalam menikah,
• rukun dan syarat sah menikah,
• sifat suami atau istri yang saleh dan shalihah,
• hukum dan etika meminang,
• hak-hak suami dan istri yang mesti di tunaikan,
• etika dan adab hubungan suami istri,
• langkah yang harus ditempuh jika ada problem rumah tangga,
• dan hal-hal lain yang telah dibahas panjang lebar oleh para ulama.

✏️ Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata,
"Masalah nikah ini sangatlah penting. Para Fuqaha memberikan tempat yang luas dalam tulisan-tulisan mereka. Di dalnya mereka merinci hukum-hukum nikah dan menjelaskan tujuan dan pengaruh baiknya."
(al-Mulakhkhash al-Fiqhi hlm. 378)

2⃣.  PILIH YANG BAIK AGAMANYA

Di antara hal penting yang harus diingat bahwa baiknya agama adalah syarat mutlak ketika seseorang ingin bahagia di dalam rumah tangganya.

🌴Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

تنكح المراة الاربع : لمالها، ولحسبها، وَجمالِهَا، وَلِدِيْنِهَا،فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

“Wanita itu dinikahi karena empat perkara :
👉 karena hartanya,
👉 karena keturunannya,
👉 karena kecantikannya,
👉 dan karena agamanya.
Maka pilihlah  karena agamanya, niscaya kamu beruntung.”
(HR. al-Bukhari)

🌴Dan hadits yang lain Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِيْنَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوْهُ، إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيْضٌ

"Jika datang kepada kalian (untuk meminang putri atau kerabat perempuan kalian) seorang yang kalian ridhai agama dan akhlaqnya, NIKAHKANLAH ia (dengan putri atau kerabat kalian tersebut). Jika tidak, akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar."
(HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Mahjah; dinilai hasan oleh asy-Syaikh al-Albani)

🚲 Ada seseorang yang datang kepada salah seorang ulama dan bertanya,
"Pria manakah yang anda suruh saya untuk menikahkannya dengan putri saya?"

✏️Ulama tersebut menjawab,
"Nikahkanlah ia dengan pria yang beriman karena apabila ia mencintai putrimu, akan memuliakannya, dan apabila tidak mencintainya, tidak akan menzaliminya

🔵Oleh: al Ustadz Abdullah al-Jakarty hafizhahullah

3⃣.  PASTIKAN ANDA BENAR-BENAR TAHU TENTANG AGAMA, AKHLAK, DAN FISIK SESEORANG YANG HENDAK ANDA NIKAHI.

Tentu kita tidak ingin menikahi seseorang yang kita tidak mengetahui bagaimana agamanya, akhlaknya, atau bahkan wajah dan fisiknya.

Yang saya maksud disini adalah seseorang harus berusaha mencari tahu tentang agama atau akhlak calon suami/istrinya.

Dengan demikian, keputusannya untuk melamar atau menikahi seseorang berada di atas kejelasan tentang agama dan akhlaknya sehingga ia tidak menyesal di kemudian hari.

4⃣.  PASTIKAN KEBENARAN INFORMASI YANG ANDA DAPATKAN

Tidak tertutup kemungkinan bahwa informasi yang didapatkan seseorang tentang calon suami/istrinya itu salah.

Ada sebuah kisah tentang seseorang akhwat yang hendak menikah dengan seorang ikhwan. Dia mendapatkan informasi bahwa calon suaminya tersebut bagus agama dan akhlaknya.
Ternyata, yang dikenal bagus agama dan akhlaknya tersebut adalah pria lain yang namanya sama dengan nama calon suaminya dan tinggal di daerah yang sama pula. Singkat cerita, akhwat tersebut menikah, tetapi akhirnya bercerai karena tidak baiknya muamalah dan akhlak suaminya kepadanya.

Ada pula kisah tentang seorang akhwat yang menikah dengan seorang ikhwan yang ternyata berbeda manhaj. Pada awalnya, dia tidak mengetahuinya, akhirnya perceraian menjadi ujung dari pernikahannya.

5⃣.  JANGAN LEWATKAN NAZHOR

Di antara hal yang dianjurkan sebelum pria melamar atau menikahi seorang wanita adalah Nazhor (melihat) wanita tersebut.

✏️Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah shallalahu alaihi wasallam :

إذا خطب أحدكم المرأت، فإن استطاع أن ينظر إلي مايدعوه إلي نكاحها، فليفعل

"Apabila seseorang diantara kalian meminang wanita, apabila dia bisa melihat apa yang mendorongnya untuk menikahinya, hendaklah dia lakukan."
(HR. Abu Dawud)

✏️Dalan hadits lain Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada al-Mughirah bin Syu'bah radhiyyallahu anhu yang meminang seorang wanita,

انْظُرْ إِلَيْهَا، فَإِنَّهُ أَحْرَى أَنْ يُؤْدَمَ بَيْنَكُمَا

"Lihatlah ia, karena hal itu lebih melanggengkan (kasih sayang) di antara kalian berdua."
(HR. at-Tirmidzi)

Ada beberapa faktor ketentuan dalam masalah Nazhor yang penting untuk diperhatikan sebagaimana disebutkan disini:
● Dia benar-benar berazzam untuk melamar atau menikahi si wanita.
● Besar dugaan bahwa lamarannya diterima
● Tidak boleh berduaan. Si Wanita harus ditemani mahramnya
● Dia tidak bermaksud untuk bersenang-senang (menikmati)
Maksudnya adalah nazhor
● Si Wanita tidak boleh berdandan

6⃣.  JANGAN LUPA UNTUK MUSYAWARAH

Meminta pertimbangan atau bermusyawarah sebelum melangkah untuk melamar atau menikah adalah hal yang penting.

✏ Allah subhanahu wata'ala berfirman:

وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ

".....Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka."
(QS. asy-Syura:38)

Bisa jadi, sebelum bermusyawarah, anda melihat sesuatu tentang calon suami/istri anda, entah yang sifatnya baik entah sebaliknya. Mungkin anda menilai sebaiknya tetap meneruskan proses yang sedang anda jalani atau malah sebaliknya, anda merasa cukup sampai di sini saja proses tersebut karena mendapatkan ganjalan di tengah jalan dan sebagainya.

Akan tetapi, setelah meminta pertimbangan orang yang memiliki ilmu, anda mendapatkan jawaban, saran, atau solusi yang menyelisihi kesimpulan anda tersebut. Itulah pentingnya musyawarah.

7⃣.  LAKUKAN SHALAT ISTIKHARAH

Kebutuhan kita kepada Allah subhanahu wata'ala sangatlah besar.

Di antara cara kita meminta kepada Allah subhanahu wata'ala adalah dengan melaksanakan shalat istikharah.

Melakukan shalat istikharah menunjukkan kepercayaan kuat seorang hamba kepada Allahu ta'ala, keterkaitan hatinya dengan apa yang ada di sisi-Nya, dan keridhaannya dengan segala keputusan-Nya.

✏ Dari Jabir radhiyallahu anhu, beliau menuturkan:

"Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengajari kami Istikharah di dalam segala urusan kami sebagaimana mengajari kami surat di dalam Al Qur'an.

☝️Beliau bersabda:

"Apabila salah seorang di antara kalian mempunyai urusan, hendaklah ia melakukan shalat 2 raka'at lalu berdo'a:

'Ya Allah, aku meminta dengan ilmu yang ada pada-Mu pilihan yang terbaik bagiku.

Aku minta ditetapkannya urusanku ini sesuai dengan kehendak-Mu.

Aku memohon karunia-Mu yang agung.

Engkaulah yang menetapkan, sedang saya tidak tidak bisa menetapkan, Engkaulah yang tahu, sedang saya tidak tahu.

Engkaulah yang MahaTahu tentang perkara-perkara ghaib.' "

"Wahai Allah, apabila menurut-Mu, urusan ini baik bagi diriku, agamaku, dan penghidupanku, serta baik pula akibat-akibatnya (dalam riwayat lain disebutkan: pada masa sekarang atau di kemudian hari), tetapkanlah urusan itu untukku.

Namun, apabila menurut-Mu urusan ini jelek bagi diriku, agamaku, dan penghidupanku, serta jelek pula akibat-akibatnya (dalam riwayat lain disebutkan: pada masa sekarang atau di kemudian hari), jauhkanlah urusan itu dariku dan jauhkanlah aku dari urusan itu.

Tetapkanlah selalu kebaikan untukku di mana pun ia berada, lalu jadikanlah aku ridha padanya.

Setelah membaca doa itu, hendaklah ia menyebutkan keperluannya."
(HR. al-abukhari)

8⃣.  BANYAKLAH BERDOA KEPADA ALLAH

Berdoa kepada Allahu ta'ala adalah ibadah yang sangat agung dan sebab yang besar untuk seseorang meraih apa yang ia inginkan.

Maka dari itu, hendaklah kita bersemangat dalam berdoa.

✏ Allah subhanahu wata'ala berfirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ

"Dan apabila hamba-hambaKU bertanya kepadamu tentang Aku, (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku."
(QS. al-Baqarah : 186)

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ

"Dan Rabb kalian berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagi kalian."
(QS. al-Mukmin :60)

☝🏻☝🏻Itulah 8⃣ hal yang penting untuk dilakukan sebelum anda menikah.

🌷🌷 __Semoga Allah memberikan kebaikan untuk rumah tangga kaum muslimin..__

Senin, 15 Januari 2018

TUJUH BELAS PERTAHANAN DIRI DARI GANGGUAN SETAN

🛡 TUJUH BELAS PERTAHANAN DIRI DARI GANGGUAN SETAN

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

✅ Seorang hamba selayaknya membentengi diri dari gangguan setan dengan pertahanan yang telah dijelaskan dalam Al-Qur'an dan hadits-hadits shahih berupa doa dan dzikir:

➡ Pertama: Isti'adzah (meminta perlindungan) kepada Allah Yang Maha Besar (yaitu dengan membaca: A'uzubillah). Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّيۡطَٰنِ نَزۡغٞ فَٱسۡتَعِذۡ بِٱللَّهِۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ

“Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Fushshilat: 36)

➡ Kedua: Membaca bismillah. Bismillah menghalangi setan ikut serta saat makan, minum, bersenggama, masuk rumah dan seluruh kondisinya.

➡ Ketiga: Membaca mu'awwidzatain saat hendak tidur, setelah shalat, saat sakit dan lain-lain. Mu'awwidzatain adalah surat Al-Falaq dan An-Naas.

➡ Keempat: Membaca ayat Al-Kursy:

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

➡ Kelima: Membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah yaitu:

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ،  لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

➡ Keenam: Membaca surat Al-Baqarah.

➡ Ketujuh: Banyak berzikir, membaca Al-Qur'an, bertasbih, bertahmid, bertakbir dan bertahlil.

➡ Kedelapan: Membaca do'a saat keluar rumah:

بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ

(Bismillah aku bertawakal kepada Allah dan tidak ada daya dan upaya kecuali dengan Allah)

➡ Kesembilan: Berdo'a saat berada di suatu tempat:

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

(Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan mahluk-Nya)

➡ Kesepuluh: Menahan menguap dan meletakkan tangan di mulut ketika menguap.

➡ Kesebelas: Adzan.

➡ Keduabelas: Membaca do'a memasuki masjid.

➡ Ketigabelas: Membaca doa keluar masjid.

➡ Keempatbelas: Berwudhu dan shalat terutama saat marah atau syahwat sedang membara. Karena wudhu sangat ampuh meredam amarah dan gejolak syahwat.

➡ Kelimabelas: Menaati Allah dan Rasul-Nya, dan menghindari: Banyak bicara, memandang hal yang haram, makan yang banyak dan banyak bergaul.

➡ Keenambelas: Membersihkan rumah dari gambar bernyawa, foto makhluk bernyawa, patung, anjing dan lonceng.

➡ Ketujuhbelas: Menghindari tempat berdiamnya jin dan setan, yaitu pada reruntuhan rumah dan tempat-tempat najis, seperti: Jamban, tempat pembuangan sampah, dan tempat yang tidak dihuni, seperti: Gurun, tepian pantai yang jauh dari pemukiman, kandang unta dan lain-lain.