Kamis, 11 Desember 2014

Hak suami yang harus dipenuhi istri :

.: Hak suami yang harus dipenuhi istri :.
------------------------------
------------------------------
# Ketaatan Istri Kepada Suaminya.
Setelah wali (orang tua) sang isteri
menyerahkan kepada suaminya, maka
kewajiban taat kepada sang suami
menjadi hak yang tertinggi yang harus
dipenuhi, setelah kewajiban taatnya
kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan
RasulNya Shallallahu 'alaihi wa sallam.
Sebagaimana sabda Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam :
ﻟَﻮْ ﻛُﻨْﺖُ ﺁﻣِﺮًﺍ ﺃَﺣَﺪًﺍ ﺃَﻥْ ﻳَﺴْﺠُﺪَ ﻷَِ ﺣَﺪٍ ﻷَﻣَﺮْﺕُ ﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓَ ﺃَﻥْ ﺗَﺴْﺠُﺪَ
ﻟِﺰَﻭْﺟِﻬَﺎ
"Kalau seandainya aku boleh menyuruh
seorang sujud kepada seseorang, maka
aku akan perintahkan seorang wanita
sujud kepada suaminya". [HR Tirmidzi
1.159, Ibnu Hibban 1.291-Al Mawarid dan
Al Baihaqi (7/291) dari sahabat Abu
Hurairah Radhiyallahu 'anhu. Ini adalah
lafazh milik At Tirmidzi, ia
berkata,”Hadits ini hasan shahih.”
Hadits ini diriwayatkan dari beberapa
sahabat. Lihat Irwaul Ghalil no. 1.998.]
Sang isteri harus taat kepada suaminya,
dalam hal-hal yang ma’ruf
(mengandung kebaikan dalam hal
agama), misalnya ketika diperintahkan
untuk shalat, berpuasa, mengenakan
busana muslimah, menghadiri majelis ilmu,
dan bentuk-bentuk perintah lainnya
sepanjang tidak bertentangan dengan
syari’at. Hal inilah yang justru akan
mendatangkan surga bagi dirinya,
sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam :
ﺇِﺫَﺍ ﺻَﻠَّﺖِ ﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓُ ﺧَﻤْﺴَﻬَﺎ، ﻭَﺻَﺎﻣَﺖْ ﺷَﻬْﺮَﻫَﺎ، ﻭَﺣَﺼَّﻨَﺖْ ﻓَﺮْﺟَﻬَﺎ،
ﻭَﺃَﻃَﺎﻋَﺖْ ﺑَﻌْﻠَﻬَﺎ، ﺩَﺧَﻠَﺖْ ﻣِﻦْ ﺃَﻱِّ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏِ ﺍﻟْﺠَﻨَﺔِ ﺷَﺎﺀَﺕْ
"Apabila seorang wanita mengerjakan
shalat yang lima waktu, berpuasa di
bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya,
menjaga kehormatannya dan dia taat
kepada suaminya, niscaya ia akan masuk
surga dari pintu surga mana saja yang
dia kehendaki". [HR Ibnu Hibban no.
1.296-Mawarid, Shahih Mawaridu
Zham’an, no. 1.081 dari sahabat Abu
Hurairah Radhiyallahu 'anhu. Hadits ini
hasan shahih. Lihat Adabuz Zifaf, hlm.
286.]
# Istri Harus Banyak Bersyukur Dan
Tidak Banyak Menuntut.
Perintah ini sangat ditekankan dalam
Islam, bahkan Allah Subhanahu wa
Ta'ala tidak akan melihatnya pada hari
kiamat, manakala sang isteri banyak
menuntut kepada suaminya dan tidak
bersyukur kepadanya.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda :
ﺃُﺭِﻳْﺖُ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ، ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺃَﻛْﺜَﺮُ ﺃَﻫْﻠِﻬَﺎ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀُ. ﻳَﻜْﻔُﺮْﻥَ. ﻗِﻴْﻞَ : ﺃَﻳَﻜْﻔُﺮْﻥَ
ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ؟ ﻳَﻜْﻔُﺮْﻥَ ﺍﻟْﻌَﺸِﻴْﺮَ، ﻭَﻳَﻜْﻔُﺮْﻥَ ﺍﻹِﺣْﺴَﺎﻥَ، ﻟَﻮْ ﺃَﺣْﺴَﻨْﺖَ ﺇِﻟَﻰ
ﺇِﺣْﺪَﺍﻫُﻦَّ ﺍﻟﺪَّﻫْﺮَ، ﺛُﻢَّ ﺭَﺃَﺕْ ﻣِﻨْﻚَ ﺷَﻴْﺌﺎً، ﻗَﺎﻟَﺖْ : ﻣَﺎ ﺭَﺃَﻳْﺖُ ﻣِﻨْﻚَ
ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻗَﻂٌّ
“Sesungguhnya aku diperlihatkan neraka
dan melihat kebanyakan penghuni
neraka adalah wanita.” Sahabat
bertanya: “Sebab apa yang menjadikan
mereka paling banyak menghuni
neraka?” Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wa sallam menjawab: “Dengan sebab
kufur”. Sahabat bertanya: “Apakah
dengan sebab mereka kufur kepada
Allah?” Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam menjawab: “(Tidak), mereka kufur
kepada suaminya dan mereka kufur
kepada kebaikan. Seandainya seorang
suami dari kalian berbuat kebaikan
kepada isterinya selama setahun,
kemudian isterinya melihat sesuatu yang
jelek pada diri suaminya, maka dia
mengatakan ‘Aku tidak pernah melihat
kebaikan pada dirimu". [HR Bukhari no.
29, 1.052, 5.197 dan Muslim no. 907(17),
Abu ‘Awanah (II/379-380), Malik
(I/166-167) no. 2, An Nasa-i (III/146,
147, 148) serta Al Baihaqi (VII/294),
dari sahabat Ibnu ‘Abbas dan
diriwayatkan pula dari beberapa sahabat
Radhiyallahu 'anhum.]
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda :
ﻻَﻳَﻨْﻈُﺮُ ﺍﻟﻠﻪُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٍ ﻻَﺗَﺸْﻜُﺮُ ﻟِﺰَﻭْﺟِﻬَﺎ ﻭَﻫِﻲَ ﻻَ ﺗَﺴْﺘَﻐْﻨِﻲ ﻋَﻨْﻪُ
"Sesungguhnya Allah tidak akan melihat
kepada seorang wanita yang tidak
bersyukur kepada suaminya, dan dia
selalu menuntut (tidak pernah merasa
cukup)". [HR An Nasa-i dalam kitab
Isyratin Nisaa’ no. 249 , Al Hakim
(II/190) dan Al Baihaqi (VII/294) dari
sahabat Abdullah bin Amr Radhiyallahu
'anhu. Al Hakim berkata,”Hadits ini
sanadnya shahih,” dan disepakati oleh
Imam Adz Dzahabi.]
# Isteri Wajib Berbuat Baik Kepada
Suaminya
Perbuatan ihsan (baik) seorang suami
harus dibalas pula dengan perbuatan
yang serupa atau yang lebih baik. Isteri
harus berkhidmat kepada suaminya dan
menunaikan amanah mengurus anak-
anaknya menurut syari’at Islam yang
mulia. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah
mewajibkan kepada dirinya untuk
mengurus suaminya, mengurus rumah
tangganya, mengurus anak-anaknya.

Al Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Almanhaj.or.id [Dinukil Secara Ringkas]

Selasa, 02 Desember 2014

12 Orang Yang Didoakan Malaikat

12 ORANG YANG DIDOAKAN MALAIKAT
TAHUKAH Anda bahwa ada orang-orang tertentu yang didoakan oleh malaikat? Ya, orang-orang itulah yang termasuk orang-orang pilihan. Mereka termasuk ke dalam kriteria khusus yang mendapatkan do’a dari para malaikat. Siapa sajakah mereka?

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga Malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci’,” (Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37).

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat

“Tidaklah salah seorang di antara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya: ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’,” (HR. Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim 469).

3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang-orang) yang berada pada shaf-shaf terdepan,” (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ‘Azib).
4. Orang-orang yang menyambung shaf (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf)

Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf,” (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272).

5. Para malaikat mengucapkan ‘amin’ ketika seorang imam selesai membaca al-Fatihah

Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu,” (Shahih Bukhari no. 782).

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat

“Para malaikat akan selalu bershalawat (berdoa) kepada salah satu di antara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat di mana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata: ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia’,” (HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106).

7. Orang-orang yang melakukan shalat shubuh dan ‘ashar secara berjama’ah

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ‘ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ‘ashar) naik (ke langit). Sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’ Mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat’,” (Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir).

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan

Rasulullah SAW bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan’,” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ ra., Shahih Muslim no. 2733).

9. Orang-orang yang berinfak

“Tidak satu hari pun di mana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu di antara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit,” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 1442 dan Shahih Muslim 1010).

10. Orang yang makan sahur

Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur,” (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519).

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit

“Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya, kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh,” (HR. Imam Ahmad dari ‘Ali bin Abi Thalib, Al Musnad 754).

12. Seseorang yang  mengajarkan kebaikan kepada orang lain

“Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah di antara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain,” (HR. Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily).

Minggu, 23 November 2014

Senyum Sejenak

Senyum sejenak...

 ROMANTIKA SEORANG AHLI TAJWID KEPADA ISTRINYA SETELAH AKAD NIKAH...

✔ Dik, saat pertama kali berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan Saktah hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar.

✔ Aku di matamu mungkin bagaikan Nun Mati diantara idgham Billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada.

✔ Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar,
jelas dan terang.

✔ Jika Mim Mati bertemu Ba disebut ikhfa Syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta.

✔ Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham Mutamaatsilain melebur jadi satu.

✔ Cintaku padamu seperti Mad Lazim. Paling panjang di antara yang lainnya.

✔ Setelah kau terima cintaku, hatiku rasanya seperti Qalqalah Kubro. Terpantul-pantul dengan keras.

✔ Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab,
ditandai dengan dua hati yang menyatu.

✔ Sayangku padamu seperti Mad Thobi'I dalam quran. Buanyaaakkk beneerrrrr.

✔ Semoga dalam hubungan, kita ini kayak idgham Bilaghunnah ya,
cuma berdua, Lam dan Ro'.

✔ Layaknya Waqaf Mu'annaqah, engkau hanya boleh berhenti di salah satunya, dia atau aku ?

✔ Meski perhatianku ga terlihat kaya Alif Lam Syamsiah, cintaku padamu seperti Alif Lam Qomariah, terbaca jelas.

✔ Dik, kau dan aku seperti Idghom Mutajanisain. perjumpaan 2 huruf yang sama makhrajnya tapi berlainan sifatnya.

✔ Aku harap cinta kita seperti Waqaf Lazim, terhenti sempurna di akhir hayat.

✔ Sama halnya dengan Mad 'Aridh dimana tiap mad bertemu Lin Sukun Aridh akan berhenti, seperti itulah pandanganku ketika melihatmu.

✔ Layaknya huruf Tafkhim, namamu pun bercetak tebal di fikiranku.

✔ Seperti Hukum Imalah yang dikhususkan untuk Ro' saja, begitu juga aku yang hanya untukmu.

✔ Semoga aku jadi yang terakhir untuk kamu seperti Mad Aridlisukun.

Rabu, 19 November 2014

Tawakāl Yang Indah

 .Tawakkal yang Indah

Dikatakan kpd seorang yg saleh,
"Apa sih rahasianya menjadi orang sangat sll berserah diri kpd Allah & sll istiqomah?

Beliau menjawab,"Dalam hidup saya, saya selalu berpegang kpd 4 prinsip dan itu yg membuat saya -alhamdulillah- bisa menjaga istiqomah..

1. Saya sangat yakin bahwa rezeki saya tdk akan tertukar dgn rezeki orang lain, makanya saya tdk pernah terlalu memikirkan rezeki & nasib saya..
Justru saya selalu menyerahkannya kpd Allah..

2. Amal ibadah saya adalah yang saya amalkan sendiri, jd jgn pernah berharap mendapat kemuliaan amal dari hasil jerih payah orang lain..

3. Saya selalu menyadari bhw kematian akan datang secara tiba-tiba, makanya saya sll mempersiapkan diri untuk menghadapinya..

4. Saya senantisa yakin bhw Allah tdk pernah tidur & selalu melihat gerak-gerik saya, sehinga saya sangat merasa malu tatkala saya bermaksiat kpd-Nya..

Siyarul 'alamun nubala karya imam Dzahabi

Semoga bermanfaat!

    Ust Djazuli, Lc حفظه الله تعال

Minggu, 02 November 2014

Ikhwan Bersorban

Bismillaah....
   Tepat jam 7.15pm.2november2014.masjid annur mahogany cibubur..beberapa ikhwan berjubah putih,bersorban putih berbadan tegap ,memegang alquran&memasuki masjid untuk solat isya berjamaah,,
   Dalam hati (masyaa allah..santri dāri mana iniiii keren~keren bangettt)
Nampaknya mereka hafidz quran...
Ya Rabb...bahagianya berkumpul dengan orang orang soleh....
Ingin selamanya kuberada dilingkungan orang soleh...istiqomahkan ya Rabb yang Maha membolak balikan hati manusia..tetapkan hatiku dijalanMU..
Allaaahu  akbarrr allaaahu akbarrr.

Rabu, 29 Oktober 2014

BE STRONG

. BE STRONG!

Wahai saudaraku..
Be strong!
Krn prjalananmu msh jauh
Krn sungguh engkau slamanya akan mnjadi musafir..
Yg batas akhir prjalananmu hnyalah surga/neraka

Be strong dlm istiqomah!
Dan adukanlah kebutuhan&kesusahanmu hnya kpd Rabbmu
Niscaya tdk lama Rabbmu akan mencukupimu
Apkah dgn kematian yg dekat
Atau dgn kecukupan yg dekat

Be strong dlm doamu!
Krn Rabbmu Maha Mengabulkan doa..
Dan jgnlah bermaksiat kpdNya
Krn tdk akan trkabulkan doamu
Yg jlnnya sll engkau tutup dgn maksiatmu
Serta beramallah..
Krn org yg brdoa tnpa beramal..
Sperti org melempar batu tp tdk ada batunya

Be strong dlm sabarmu!
Sabarlah menanggung apa yg engkau benci, jk Rabbmu mncintainya..
Dan bencilah apa yg engkau sukai, jk Rabbmu membencinya..
Dan jgnlah brpaling kpd keburukan
Krn keburukan, tdk menjadikan keburukan itu baik..
Dan byknya org yg meninggalkan kebenaran, tdk mnjadikan kebenaran itu bathil..
Krn kebenaran itu BENAR meski ditinggalkan manusia..
Dan kebathilan itu BATHIL walau dilakukan byk manusia..

Sungguh Rabbmu mncintai hamba Alqur'an krn ia Kalamullah
Dan membenci hamba musik krn ia khomr bagi jiwa
Mk jk engkau benar2 mencintai Alqur'an..
Tdk akan ada tmpt di hatimu utk musik&nyanyian..
Sungguh susu itu akan rusak bila dicampur cuka..

Be strong dlm dakwahmu!
Serulah ummatmu kpd Rabbmu
Kpd Tauhid, dgn hikmah..
Bkn kpd dakwah dgn berjoget ria..
Yg hakekatnya meracuni aqidah&jiwa
Ketahuilah..
Sesungguhnya ummat ini blmlah merdeka.. Slama mrk msh mnyembah kpd Allah dgn cara yg bathil

Yaa Rabbi..
Sesungguhnya kami brada dibwh kehendakMu&kasih sayangMu..
Wahai Engkau yg tlah mnyembuhkan nabi Ayyub dr penderitaannya
Dan tlah mngembalikan nabi Musa kpd ibunya
Yg tlah mnyelamatkan Nabi Yunus dr perut ikan paus
Yg tlah mnjadikan api mnjadi dingin bg Nabi Ibrahim
Sungguh kami menyeruMu dgn Asmaul Husna..
Mk sembuhkanlah&selamatkanlah aqidah kami dr kesesatan yg indah..
Dan dr fitnah keagungan khilafah yg hakekatnya anjing2 neraka..

::Indahnya Islam,bagi kaum yg brfikir::

Jumat, 24 Oktober 2014

Bila Muslimah Jatuh Cinta

BILA MUSLIMAH JATUH CINTA, LALU?
Jika seorang Muslimah merasakan hatinya
jatuh cinta kepada seorang laki-laki,
maka selama ada jalan hendaknya
diusahakan untuk menikah dengannya.
Jika tidak ada jalan yang memungkinkan
menikahinya, maka muslimah tersebut
wajib Shobr (tabah hati), sampai Allah
menggantikan dengan lelaki yang lebih
baik, atau Allah "menyembuhkannya"
dari "sakit" cinta tersebut.
Inilah solusi yang lebih dekat dengan
petunjuk Nash-Nash Syara' dan lebih
menjaga kehormatan serta dien Muslimah
tersebut.
Jatuh cinta kepada lawan jenis, dari segi
jatuh cinta itu sendiri bukanlah aib dan
juga bukan dosa.
Jatuh cinta adalah hal yang manusiawi
dan menjadi naluri yang ada secara
alamiah pada setiap manusia normal.
Nabi, orang suci, orang shalih, dan ulama
mengalami jatuh cinta kepada lawan jenis
sebagaimana manusia pada umumnya.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam
cinta kepada Khadijah dan Aisyah, ibnu
Umar cinta yang sangat kepada istrinya,
Ibnu Hazm cinta pada wanita yang
sampai membuatnya menjadi ulama besar,
Sayyid Quthub
mencintai wanita namun gagal
menikahinya, dll semuanya adalah contoh
bagaimana perasaan itu adalah perasaan
yang normal, wajar, natural, dan biasa.
Adapun mengapa orang yang jatuh cinta
perlu mengusahakan menikah dengan
orang yang dicintai, maka hal tersebut
dikerenakan Syara' menunjukkan bahwa
solusi cinta terhadap lawan jenis adalah
dengan menikah dengannya.
Di zaman Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wassalam ada seorang lelaki yang
jatuh cinta setengah mati dengan
seorang wanita.
Lelaki tersebut bernama Al-Mughits dan
wanitanya bernama Bariroh.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam
yang mengetahui cinta
tersebut merekomendasikan kepada
Bariroh agar berkenan
menikah dengan Al-Mughits.
Rekomendasi Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wassalam ini menunjukkan bahwa solusi
jatuh cinta adalah menikah.
Bukhari meriwayatkan;
Dari Ibnu Abbas bahwasanya suami
Bariroh adalah seorang budak. Namanya
Mughits. (setelah keduanya bercerai)
Sepertinya aku melihat ia selalu
menguntit di belakang Bariroh seraya
menangis hingga air matanya membasahi
jenggot.
Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda: “Wahai Abbas, tidakkah kamu
ta’ajub akan kecintaan Mughits terhadap
Bariroh dan kebencian Bariroh terhadap
Mughits?”
Akhirnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
pun bersabda: “andai saja kamu
mau meruju’nya kembali (menikah
dengannya).” Bariroh bertanya, “Wahai
Rasulullah, apakah engkau menyuruhku?”
beliau menjawab, “Aku hanya
menyarankan.” Akhirnya Bariroh pun
berkata, “Sesungguhnya aku tak butuh
sedikit pun padanya.”
(H.R. Bukhari)
Pernah juga ada kejadian, seorang lelaki
yang mencintai seorang wanita dan
wanita tersebut mencintai lelaki itu. Lalu
keduanya ingin menikah, namun
dihalang-halangi oleh kakak wanita
tersebut.
Ternyata Allah melarang sikap sang
kakak dan memerintahkan agar
menikahkan mereka berdua. Kisah ini juga
menunjukkan bahwa jatuh cinta antara
dua anak manusia solusinya tetap
dikembalikan pada pernikahan selama
masih memungkinkan.
Bahkan Allah mencela sikap menghalang-
halangi pernikahan jika kedua belah
pihak telah saling ridha.
At-Tirmidzi meriwatkan kisahnya;
Dari Ma’qil bin Yasar bahwa pada masa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dia
menikahkan saudarinya dengan seorang
lelaki dari kaum muslimin, lalu saudarinya
tinggal bersama suaminya beberapa
waktu, setelah itu dia menceraikannya
begitu saja, ketika masa Iddahnya usai,
ternyata suaminya cinta kembali kepada
wanita itu begitu sebaliknya, wanita itu
juga mencintainya, kemudian dia
meminangnya kembali bersama orang-
orang yang meminang, maka Ma’qil
berkata kepadanya;
hai tolol, aku telah memuliakanmu
dengannya dan aku telah menikahkannya
denganmu, lalu kamu menceraikannya,
demi Allah dia tidak akan kembali lagi
kepadamu untuk selamanya,inilah akhir
kesempatanmu.”
Perawi berkata; “Kemudian Allah
mengetahui kebutuhan suami kepada
istrinya dan kebutuhan isteri kepada
suaminya hingga Allah Tabaraka wa
Ta’ala
menurunkan ayat: “Apabila kamu
mentalak isteri-isterimu, lalu mereka
mendekati akhir iddahnya.”
QS Al-Baqarah: 231
sampai ayat “Sedang kamu tidak
Mengetahui.” Ketika Ma’qil mendengar
ayat ini, dia berkata; “Aku mendengar
dan patuh kepada Rabbku, lalu dia
memanggilnya (mantan suami saudarinya
yang ditolaknya tadi) dan berkata; “Aku
nikahkan kamu dan aku muliakan kamu.”
(At-Tirmidzi)
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam
sendiri bahkan mengajarkan kepada kita
bahwa menikah adalah obat yang paling
mujarab bagi dua orang yang saling
mencintai.
Ibnu Majah meriwayatkan;
Dari Ibnu Abbas ia berkata, "Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Kami belum pernah melihat (obat yang
mujarab bagi ) dua orang yang saling
mencintai sebagaimana sebuah
pernikahan."
(H.R. Ibnu Majah)
Nash-Nash ini, dan yang semakna
dengannya menunjukkan bahwa menikah
adalah solusi syar'i bagi orang yang
jatuh cinta.
Oleh karena itu seorang muslimah yang
jatuh cinta kepada seorang lelaki bisa
memulai mengusahakan menikah dengan
lelaki tersebut dengan cara menawarkan
dirinya untuk dinikahi.
Cara ini lebih tegas, Syar'i, solutif, dan
terhormat.
Menawarkan diri kepada lelaki untuk
dinikahi bukan perbuatan hina dan
tercela. Justru wanita yang menawarkan
dirinya kepada seorang lelaki adalah
wanita yang mengerti solusi Syar'i
terhadap problemnya, tegas dalam
mengambil keputusan, terhormat karena
tahu cara menjaga kehormatannya
dengan ikatan pernikahan yang suci, dan
mulia karena mengetahui kepada siapa
dia harus mempersembahkan bakti.
Khadijah adalah
contoh wanita mulia yang tahu persis
kepada siapa beliau mempersembahkan
bakti, dan siapa yang pantas jadi
imamnya dalam rumah tangga.
Dengan ketegasan sikap beliau, maka
Khadijah mendapatkan lelaki yang
terbaik di alam ini. Justru sikap yang
menjauhi ketakwaan jika seorang wanita
mencintai
seorang lelaki, lalu perasaan tersebut
dipendamnya seraya mengotori hatinya
dengan angan-angan tercela.
Sesungguhnya angan-angan hati ada
yang terkategori dosa sebagaimana yang
dinyatakan dalam hadis dibawah ini;
Dari Ibnu Abbas dia berkata; ‘Saya tidak
mengetahui sesuatu yang paling dekat
dengan makna Lamam (dosa dosa kecil)
selain dari apa yang telah dikatakan oleh
Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi
wa Salam: “Sesungguhnya Allah `Azza
Wa Jalla telah menetapkan pada setiap
anak cucu Adam bagiannya dari
perbuatan zina yang pasti terjadi dan
tidak mungkin dihindari. Maka zinanya
mata adalah melihat, zinanya lisan
adalah ucapan, sedangkan zinanya hati
adalah berangan-
anga dan berhasrat, namun kemaluanlah
yang (menjadi penentu
untuk) membenarkan hal itu atau
mendustakannya.”
(H.R. Muslim)
Wanita yang menawarkan diri lebih tegas
dan jelas sikapnya.
Jika hal tersebut bisa berlanjut ke
pernikahan, maka hal itu kebahagiaan
baginya, namun jika tidak mungkin
berlanjut,sikapnya juga sudah jelas dan
tinggal menyelesaikan problem sisanya.
Wanita yang memendam rasa sambil
berfantasi justru berpeluang untuk lebih
menderita dan dekat dengan
pelanggaran Syara', kecuali wanita-
wanita yang dirahmati Allah.
Terkait teknis melakukannya, maka
wanita bebas memilihnya diantara
berbagai cara yang dianggap paling
mudah.
Bisa melalui perantara atau langsung
dirinya sendiri. Bisa secara lisan, bisa
juga melalui tulisan. Bisa sekedar memulai
untuk menawarkan atau langsung
memulai dengan lafadz pinangan.
Hanya saja, solusi menikah ini tidak
bermakna bolehnya memaksa lelaki untuk
menikahinya. Hal itu dikarenakan memilih
istri adalah hak lelaki yang merupakan
pilihan baginya.
Sebagaimana wanita berhak memilih
calon suami, maka lelaki juga berhak
memilih calon istri manapun yang
dikehendakinya.
Tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa
lelaki wajib menikahi wanita yang
mencintainya. Kisah cinta Al Mughits
kepada Bariroh menunjukkan hal
tersebut. Betapapun Al-Mughits sangat
mencintai Bariroh, dan Nabi juga
merekomendasikan
Bariroh untuk menikah dengan Al-
Mughits, namun Nabi tidak memaksa
Bariroh untuk menikah dengan Al-
Mughits.
Namun, jika cinta itu memang sangat
kuat (cinta setengah mati), memang
dianjurkan pihak yang dicintai
menikahinya sebagai bentuk rohmah,
meskipun dia sendiri belum mencintainya.
Jika pihak yang dicintai belum berkenan
menikahi dan tertutup
semua jalan/kemungkinan untuk menikahi,
maka tidak ada jalan
bagi muslimah tersebut selain Shobr
(tabah hati).
Hal itu dikarenakan Syara'
memerintahkan Shobr pada semua bentuk
musibah yang menyedihkan hati secara
mutlak dan berjanji memberikan
ganjaran yang besar atasnya. Shobr ini
terus dilakukan sambil berdoa sampai
Allah memberikan ganti lelaki yang lebih
baik, atau Allah menghilangkan perasaan
tersebut,
atau Allah mewafatkannya.
Dengan cara penyikapan seperti ini, maka
seorang muslimah akan senantiasa dalam
keadaan beramal.
Mendapat nikmat suami bisa beramal
Syukur, dan jika gagal bisa beramal
Shobr.
Semuanya adalah kebaikan baginya.
Wallahu a'lam. —