Selasa, 16 Januari 2018

🌹 8 HAL YANG PENTING DILAKUKAN SEBELUM MENIKAH 🌹

🔵Oleh: al Ustadz Abdullah al-Jakarty hafizhahullah

Menikah dan hidup bahagia dalam berumah tangga adalah impian dan harapan semua orang. Namun, bersamaan dengan itu, banyak orang yang tidak menempuh jalannya. Banyak hal yang mesti kita lakukan ketika kita hendak menikah atau berumah tangga, dengan harapan kita hidup bahagia dalam berumah tangga.

berikut ini 8 hal yang penting untuk dilakukan sebelum anda menikah.

1⃣.  PERSIAPKAN ILMU

Mempersiapkan ilmu yang terkait dengan pernikahan adalah hal yang sangat penting. Ini di antara sebab agar rumah tangga kita berjalan bahagia, penuh dengan cinta dan kasih sayang.

Banyak hal yang harus kita ketahui dan pelajari terkait dengan pernikahan, diantaranya :
• latar belakang atau tujuan  yang benar dalam menikah,
• rukun dan syarat sah menikah,
• sifat suami atau istri yang saleh dan shalihah,
• hukum dan etika meminang,
• hak-hak suami dan istri yang mesti di tunaikan,
• etika dan adab hubungan suami istri,
• langkah yang harus ditempuh jika ada problem rumah tangga,
• dan hal-hal lain yang telah dibahas panjang lebar oleh para ulama.

✏️ Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata,
"Masalah nikah ini sangatlah penting. Para Fuqaha memberikan tempat yang luas dalam tulisan-tulisan mereka. Di dalnya mereka merinci hukum-hukum nikah dan menjelaskan tujuan dan pengaruh baiknya."
(al-Mulakhkhash al-Fiqhi hlm. 378)

2⃣.  PILIH YANG BAIK AGAMANYA

Di antara hal penting yang harus diingat bahwa baiknya agama adalah syarat mutlak ketika seseorang ingin bahagia di dalam rumah tangganya.

🌴Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

تنكح المراة الاربع : لمالها، ولحسبها، وَجمالِهَا، وَلِدِيْنِهَا،فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

“Wanita itu dinikahi karena empat perkara :
👉 karena hartanya,
👉 karena keturunannya,
👉 karena kecantikannya,
👉 dan karena agamanya.
Maka pilihlah  karena agamanya, niscaya kamu beruntung.”
(HR. al-Bukhari)

🌴Dan hadits yang lain Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِيْنَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوْهُ، إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيْضٌ

"Jika datang kepada kalian (untuk meminang putri atau kerabat perempuan kalian) seorang yang kalian ridhai agama dan akhlaqnya, NIKAHKANLAH ia (dengan putri atau kerabat kalian tersebut). Jika tidak, akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar."
(HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Mahjah; dinilai hasan oleh asy-Syaikh al-Albani)

🚲 Ada seseorang yang datang kepada salah seorang ulama dan bertanya,
"Pria manakah yang anda suruh saya untuk menikahkannya dengan putri saya?"

✏️Ulama tersebut menjawab,
"Nikahkanlah ia dengan pria yang beriman karena apabila ia mencintai putrimu, akan memuliakannya, dan apabila tidak mencintainya, tidak akan menzaliminya

🔵Oleh: al Ustadz Abdullah al-Jakarty hafizhahullah

3⃣.  PASTIKAN ANDA BENAR-BENAR TAHU TENTANG AGAMA, AKHLAK, DAN FISIK SESEORANG YANG HENDAK ANDA NIKAHI.

Tentu kita tidak ingin menikahi seseorang yang kita tidak mengetahui bagaimana agamanya, akhlaknya, atau bahkan wajah dan fisiknya.

Yang saya maksud disini adalah seseorang harus berusaha mencari tahu tentang agama atau akhlak calon suami/istrinya.

Dengan demikian, keputusannya untuk melamar atau menikahi seseorang berada di atas kejelasan tentang agama dan akhlaknya sehingga ia tidak menyesal di kemudian hari.

4⃣.  PASTIKAN KEBENARAN INFORMASI YANG ANDA DAPATKAN

Tidak tertutup kemungkinan bahwa informasi yang didapatkan seseorang tentang calon suami/istrinya itu salah.

Ada sebuah kisah tentang seseorang akhwat yang hendak menikah dengan seorang ikhwan. Dia mendapatkan informasi bahwa calon suaminya tersebut bagus agama dan akhlaknya.
Ternyata, yang dikenal bagus agama dan akhlaknya tersebut adalah pria lain yang namanya sama dengan nama calon suaminya dan tinggal di daerah yang sama pula. Singkat cerita, akhwat tersebut menikah, tetapi akhirnya bercerai karena tidak baiknya muamalah dan akhlak suaminya kepadanya.

Ada pula kisah tentang seorang akhwat yang menikah dengan seorang ikhwan yang ternyata berbeda manhaj. Pada awalnya, dia tidak mengetahuinya, akhirnya perceraian menjadi ujung dari pernikahannya.

5⃣.  JANGAN LEWATKAN NAZHOR

Di antara hal yang dianjurkan sebelum pria melamar atau menikahi seorang wanita adalah Nazhor (melihat) wanita tersebut.

✏️Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah shallalahu alaihi wasallam :

إذا خطب أحدكم المرأت، فإن استطاع أن ينظر إلي مايدعوه إلي نكاحها، فليفعل

"Apabila seseorang diantara kalian meminang wanita, apabila dia bisa melihat apa yang mendorongnya untuk menikahinya, hendaklah dia lakukan."
(HR. Abu Dawud)

✏️Dalan hadits lain Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada al-Mughirah bin Syu'bah radhiyyallahu anhu yang meminang seorang wanita,

انْظُرْ إِلَيْهَا، فَإِنَّهُ أَحْرَى أَنْ يُؤْدَمَ بَيْنَكُمَا

"Lihatlah ia, karena hal itu lebih melanggengkan (kasih sayang) di antara kalian berdua."
(HR. at-Tirmidzi)

Ada beberapa faktor ketentuan dalam masalah Nazhor yang penting untuk diperhatikan sebagaimana disebutkan disini:
● Dia benar-benar berazzam untuk melamar atau menikahi si wanita.
● Besar dugaan bahwa lamarannya diterima
● Tidak boleh berduaan. Si Wanita harus ditemani mahramnya
● Dia tidak bermaksud untuk bersenang-senang (menikmati)
Maksudnya adalah nazhor
● Si Wanita tidak boleh berdandan

6⃣.  JANGAN LUPA UNTUK MUSYAWARAH

Meminta pertimbangan atau bermusyawarah sebelum melangkah untuk melamar atau menikah adalah hal yang penting.

✏ Allah subhanahu wata'ala berfirman:

وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ

".....Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka."
(QS. asy-Syura:38)

Bisa jadi, sebelum bermusyawarah, anda melihat sesuatu tentang calon suami/istri anda, entah yang sifatnya baik entah sebaliknya. Mungkin anda menilai sebaiknya tetap meneruskan proses yang sedang anda jalani atau malah sebaliknya, anda merasa cukup sampai di sini saja proses tersebut karena mendapatkan ganjalan di tengah jalan dan sebagainya.

Akan tetapi, setelah meminta pertimbangan orang yang memiliki ilmu, anda mendapatkan jawaban, saran, atau solusi yang menyelisihi kesimpulan anda tersebut. Itulah pentingnya musyawarah.

7⃣.  LAKUKAN SHALAT ISTIKHARAH

Kebutuhan kita kepada Allah subhanahu wata'ala sangatlah besar.

Di antara cara kita meminta kepada Allah subhanahu wata'ala adalah dengan melaksanakan shalat istikharah.

Melakukan shalat istikharah menunjukkan kepercayaan kuat seorang hamba kepada Allahu ta'ala, keterkaitan hatinya dengan apa yang ada di sisi-Nya, dan keridhaannya dengan segala keputusan-Nya.

✏ Dari Jabir radhiyallahu anhu, beliau menuturkan:

"Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengajari kami Istikharah di dalam segala urusan kami sebagaimana mengajari kami surat di dalam Al Qur'an.

☝️Beliau bersabda:

"Apabila salah seorang di antara kalian mempunyai urusan, hendaklah ia melakukan shalat 2 raka'at lalu berdo'a:

'Ya Allah, aku meminta dengan ilmu yang ada pada-Mu pilihan yang terbaik bagiku.

Aku minta ditetapkannya urusanku ini sesuai dengan kehendak-Mu.

Aku memohon karunia-Mu yang agung.

Engkaulah yang menetapkan, sedang saya tidak tidak bisa menetapkan, Engkaulah yang tahu, sedang saya tidak tahu.

Engkaulah yang MahaTahu tentang perkara-perkara ghaib.' "

"Wahai Allah, apabila menurut-Mu, urusan ini baik bagi diriku, agamaku, dan penghidupanku, serta baik pula akibat-akibatnya (dalam riwayat lain disebutkan: pada masa sekarang atau di kemudian hari), tetapkanlah urusan itu untukku.

Namun, apabila menurut-Mu urusan ini jelek bagi diriku, agamaku, dan penghidupanku, serta jelek pula akibat-akibatnya (dalam riwayat lain disebutkan: pada masa sekarang atau di kemudian hari), jauhkanlah urusan itu dariku dan jauhkanlah aku dari urusan itu.

Tetapkanlah selalu kebaikan untukku di mana pun ia berada, lalu jadikanlah aku ridha padanya.

Setelah membaca doa itu, hendaklah ia menyebutkan keperluannya."
(HR. al-abukhari)

8⃣.  BANYAKLAH BERDOA KEPADA ALLAH

Berdoa kepada Allahu ta'ala adalah ibadah yang sangat agung dan sebab yang besar untuk seseorang meraih apa yang ia inginkan.

Maka dari itu, hendaklah kita bersemangat dalam berdoa.

✏ Allah subhanahu wata'ala berfirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ

"Dan apabila hamba-hambaKU bertanya kepadamu tentang Aku, (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku."
(QS. al-Baqarah : 186)

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ

"Dan Rabb kalian berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagi kalian."
(QS. al-Mukmin :60)

☝🏻☝🏻Itulah 8⃣ hal yang penting untuk dilakukan sebelum anda menikah.

🌷🌷 __Semoga Allah memberikan kebaikan untuk rumah tangga kaum muslimin..__

Senin, 15 Januari 2018

TUJUH BELAS PERTAHANAN DIRI DARI GANGGUAN SETAN

🛡 TUJUH BELAS PERTAHANAN DIRI DARI GANGGUAN SETAN

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

✅ Seorang hamba selayaknya membentengi diri dari gangguan setan dengan pertahanan yang telah dijelaskan dalam Al-Qur'an dan hadits-hadits shahih berupa doa dan dzikir:

➡ Pertama: Isti'adzah (meminta perlindungan) kepada Allah Yang Maha Besar (yaitu dengan membaca: A'uzubillah). Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّيۡطَٰنِ نَزۡغٞ فَٱسۡتَعِذۡ بِٱللَّهِۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ

“Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Fushshilat: 36)

➡ Kedua: Membaca bismillah. Bismillah menghalangi setan ikut serta saat makan, minum, bersenggama, masuk rumah dan seluruh kondisinya.

➡ Ketiga: Membaca mu'awwidzatain saat hendak tidur, setelah shalat, saat sakit dan lain-lain. Mu'awwidzatain adalah surat Al-Falaq dan An-Naas.

➡ Keempat: Membaca ayat Al-Kursy:

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

➡ Kelima: Membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah yaitu:

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ،  لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

➡ Keenam: Membaca surat Al-Baqarah.

➡ Ketujuh: Banyak berzikir, membaca Al-Qur'an, bertasbih, bertahmid, bertakbir dan bertahlil.

➡ Kedelapan: Membaca do'a saat keluar rumah:

بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ

(Bismillah aku bertawakal kepada Allah dan tidak ada daya dan upaya kecuali dengan Allah)

➡ Kesembilan: Berdo'a saat berada di suatu tempat:

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

(Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan mahluk-Nya)

➡ Kesepuluh: Menahan menguap dan meletakkan tangan di mulut ketika menguap.

➡ Kesebelas: Adzan.

➡ Keduabelas: Membaca do'a memasuki masjid.

➡ Ketigabelas: Membaca doa keluar masjid.

➡ Keempatbelas: Berwudhu dan shalat terutama saat marah atau syahwat sedang membara. Karena wudhu sangat ampuh meredam amarah dan gejolak syahwat.

➡ Kelimabelas: Menaati Allah dan Rasul-Nya, dan menghindari: Banyak bicara, memandang hal yang haram, makan yang banyak dan banyak bergaul.

➡ Keenambelas: Membersihkan rumah dari gambar bernyawa, foto makhluk bernyawa, patung, anjing dan lonceng.

➡ Ketujuhbelas: Menghindari tempat berdiamnya jin dan setan, yaitu pada reruntuhan rumah dan tempat-tempat najis, seperti: Jamban, tempat pembuangan sampah, dan tempat yang tidak dihuni, seperti: Gurun, tepian pantai yang jauh dari pemukiman, kandang unta dan lain-lain.

Senin, 25 Desember 2017

•••••••••••••••••••••••••• 🛋 HOAAAHHH, NGANTUUUUK..

💤💤💤💤💤

••••••••••••••••••••••••••••••••
🛋  HOAAAHHH, NGANTUUUUK....
•••••••••••••••••••••••••••••••
🏷 Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

التثاؤب من الشيطان فإذا تثاءب أحدكم فليرده ما استطاع فإن أحدكم إذا قال ها ضحك الشيطان

"Menguap itu dari syaithan. Bila ada yang menguap, hendaknya ia menolaknya sekuat mungkin, karena bila ia mengeluarkan suara, "hoahmm," syaithan pun tertawa."
(Muttafaqq 'alaih)

💺Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin رحمه الله menjelaskan :

"Jadi jika kuap mendatangimu, bila engkau mampu, tahan dan cegahlah. INI ADALAH SUNNAHNYA (bimbingan Rasulullah صلى الله عليه وسلم di dalam permasalahan ini). Dan ini yang paling utama. Namun apabila engkau tidak mampu, letakkan tanganmu di mulutmu."

(📒 Syarh Riyadhish Shalihin  4/439)

SHALAT DIHADAPAN MAKANAN, ATAU SHALAT MENAHAN DUA BUANG HAJAT


📚 Dari kitab:
AL-FIQH AL-MUYASSAR
(FIKIH PRAKTIS)

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

12. SHALAT DIHADAPAN MAKANAN, ATAU SHALAT MENAHAN DUA BUANG HAJAT

📌 Berdasarkan sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم:

لا صلاة بحضرة الطعام، ولا هو يدافعه الأخبثان.

"Tidak (boleh) shalat di hadapan makanan, dan tidak (boleh) shalat dalam keadaan menahan dua hajat." (HR. Muslim)

👉 Adapun makruhnya shalat dihadapan makanan yang sudah siap dihidangkan, maka hal itu dengan syarat:

▪Dia sangat ingin untuk makan (karena sangat lapar, pen.), dan dia mampu untuk memakannya, karena makanan sudah dihidangkan di hadapannya.

👉 Andaikata makanan yang dihidangkan di hadapannya, tapi dia puasa, atau kenyang sehingga dia tidak berminat untuk makan, atau dia tidak bisa memakannya karena masih sangat panas, maka keadaan ini semua tidak makruh shalat dihadapan makanan.

👉 Adapun yang dimaksud dua hajat adalah buang air kecil dan buang air besar.

⚠ Nabi صلى الله عليه وسلم telah melarang hal itu semuanya, sebab:

▪menyibukkan hati orang yang shalat,
▪mengacaukan pikirannya,
▪menghilangkankan kekhusyukkan dalam shalat.
▪Dan kemungkinan bisa berbahaya karena menahan kencing dan kotoran.

13. MENGANGKAT PANDANGAN KE LANGIT

📌 Berdasarkan sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم:

لينتهين أقوام يرفعون أبصارهم إلى السماء في الصلاة، أو لتخطفن أبصارهم.

"Hendaklah benar-benar berhenti suatu kaum dari mengangkat pandangan mereka ke langit dalam shalat, atau sungguh-sungguh akan disambar penglihatan mereka." (HR. Muslim)

🔖 BAGIAN KESEMBILAN

9⃣ HUKUM ORANG YANG MENINGGALKAN SHALAT

☝Barang siapa meninggalkan shalat karena MENGINGKARI hukum wajibnya, maka dia dihukumi kafir, murtad (keluar dari Islam), karena dia mendustakan Allah, Rasul-Nya, dan kesepakatan kaum muslimin.

☝Adapun orang yang meninggalkan shalat karena MEREMEHKAN dan MALAS, maka pendapat yang shahih dia juga dihukumi KAFIR jika dia selalu meninggalkannya secara keseluruhan. Berdalilkan firman Allah ta'ala tentang orang-orang musyrik,

فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ ۗ

"Maka apabila mereka bertaubat dan mendirikan shalat,  menunaikan zakat, maka mereka adalah saudara-saudara kalian seagama." (QS. At-Taubah: 11)

Wabah difteri

💉💉💉💉💉💉💉

====================

🔴🕹 *Himbauan Komunitas Kesehatan Muslim KISWAH Terkait Wabah Difteri 2017*

💊💊💊

🌐 Musibah penyakit difteri, _Qaddarallah wa ma syaa fa'al_, mendera publik dan pemerintah Indonesia di awal  bulan Rabiul Awwal 1439 H/November tahun 2017. Status Kejadian Luar Biasa (KLB) diberlakukan di beberapa daerah di Indonesia.

🗂🔖 Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa sampai dengan November 2017, ada 95 Kab/kota dari 20 provinsi melaporkan kasus Difteri.

Sementara pada kurun waktu Oktober-November 2017 ada 11 provinsi yang melaporkan terjadinya KLB Difteri di wilayah kabupaten/kotanya, yaitu
1) Sumatera Barat,
2) Jawa Tengah,
3) Aceh,
4) Sumatera Selatan,
5) Sulawesi Selatan,
6) Kalimantan Timur,
7) Riau,
8) Banten,
9) DKI Jakarta,
10) Jawa Barat, dan
11) Jawa Timur

🗂🔖 Sejak 1 Januari s.d 4 November 2017 telah ditemukan sebanyak 591 kasus Difteri dengan 32 kematian di 95 Kabupaten/Kota di 20 Provinsi di Indonesia.

Kekhawatiran dan kepanikan tidak hanya terjadi di provinsi tersebut, bahkan menjalar ke daerah-daerah lain di seluruh wilayah NKRI.

🎙 Pemerintah Pusat pun melalui Kementerian Kesehatan RI menginstruksikan semua pemerintah daerah untuk menjadikan penanganan penyakit difteri sebagai prioritas.

📂 Berdasarkan identifikasi kasus yang terjadi, sebagian besar pasien yang terkena difteri  tidak mendapatkan imunisasi (66% kasus), 31% kasus telah  mendapatkan imunisasi, tetapi tidak lengkap, dan 3% kasus saja yang imunisasinya lengkap sesuai umurnya.

📊⚠ *Perhatikan*, 66% kasus akibat tidak mendapatkan Imunisasi.
Sedangkan 31% kasus sudah mendapatkan Imunisasi, namun Imunisasinya tidak lengkap.

🚫 Penyakit difteri disebabkan oleh bakteri _Corynebacterium diphtheria_, dengan izin Allah bakteri tersebut sangat mudah menyebar/menular melalui udara, terutama saat batuk dan bersin. Penyakit ini dapat menimbulkan masalah lokal berupa sulit bernafas (karena sumbatan jalan nafas) dan sulit menelan, sampai dengan dampak dari penyebaran toksin (racun) yang dihasilkan bakteri. Toksin tersebut bisa menyebabkan *kerusakan jantung, saraf, kelumpuhan, dan masalah pernafasan. bahkan, tidak jarang menimbulkan kematian.* _Biidznillah Ta'ala_

Oleh karena itu, *Komunitas Kesehatan Muslim "Kiswah"* sebagai wadah praktisi kesehatan salafiyyin Indonesia, dengan bimbingan asatidzah menghimbau:

1⃣  Senantiasa berdoa kepada Allah agar  diberikan lingkungan/negeri yang aman dari segala hal, termasuk penyakit-penyakit berbahaya. Memohon kepada Allah penjagaan kesehatan dan kesembuhan dari berbagai penyakit yang menimpa. _Ingatlah..._ *Hanya Allah Ta’ala satu-satu-Nya yang bisa memberikan kesehatan kepada kita dan hanya Dia yang bisa menyembuhkan apabila kita sakit.* Hanya kepada-Nya kita memohon dan bertawakkal.

2⃣ Turut serta secara aktif membantu pemerintah terutama dalam kegiatan-kegiatan pencegahan di posyandu, baik berupa pemeriksaan kesehatan ibu dan anak,  peningkatan gizi balita, pemantauan tumbuh kembang, maupun imunisasi.

3⃣ Selalu menjaga kebersihan diri, menutup mulut ketika batuk, menggunakan masker saat batuk-pilek dan rajin melakukan cuci tangan menggunakan sabun.

4⃣ Membawa balita ke pusat kesehatan terdekat untuk melengkapi imunisasi yang tidak lengkap.
🏨⛱ Terkhusus untuk *pencegahan Difteri*, maka IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) memberikan panduan kelengkapan imunisasinya sebagai berikut :

▪sampai usia 1 tahun 3x mendapatkan DPT.

▪usia 18-24 bulan, anak harus mendapatkan dosis DPT yang ke-4.

▪ usia 5 tahun mendapatkan DPT yang ke-5 atau pernah mendapatkan DT di kelas 1-2 SD.

▪ usia 10-12 tahun mendapatkan Td. (tetanus dan difteri) ke-6.

▪sampai usia 19 tahun minimal mendapatkan DPT+DT+Td sebanyak 8x.

5⃣  Mengajak saudara-saudara kita yang belum imunisasi atau tidak mau imunisasi *untuk segera melakukan imunisasi dan melengkapinya*.
📈 Perlu disadari bahwa banyak bukti yang menunjukkan kebanyakan sumber penularan penyakit tersebut berasal dari anak/dewasa yang tidak mendapatkan imunisasi, atau mendapatkan imunisasi tetapi tidak lengkap.
?
? Hal ini juga menjadi bukti bahwa imunisasi _insyaallah_ efektif dalam mencegah penyakit-penyakit menular berbahaya.

6⃣ Segera memeriksakan ke dokter/pusat kesehatan terdekat jika terdapat keluhan
▪ *demam yang tidak begitu tinggi, 38°C*
▪  *munculnya selaput di mulut atau tenggorokan yang berwarna putih keabu-abuan*
▪ *sakit waktu menelan*
▪ *sesak napas dan atau suara mengorok*

_Wallahu a'lam  bishshawab._

Semoga Allah melindungi kita semua.

ttd

*dr. Andi Dwihantoro Sp.B, Sp.BA*
*(Ketua Komunitas Kesehatan Muslim "KISWAH" )*

*Mengetahui asatidzah pembina:*
▪ *Ustadz Alfiyan*
▪ *Ustadz Abdullah Nahar*
▪ *Ustadz Abdul Jabbar*
▪ *Ustadz Luqman Ba'abduh*
▪ *Ustadz Qomar Su'aidi*
▪ *Ustadz Ruwaifi'*

🌷🌷🌷🌷🌷

Jumat, 22 Desember 2017

MENYIKAPI AJAKAN KELOMPOK UNTUK BERGAYA HIDUP FOYA-FOYA*

📝 *MENYIKAPI AJAKAN KELOMPOK UNTUK BERGAYA HIDUP FOYA-FOYA*

📥 *Pertanyaan* 📥

بسم اللّه الرحمن الر حيم
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Ustadz, saya tinggal di komplek perumahan staff perusahaan sawit. Para ibu staff punya kebiasaan yang membuat saya bingung, yaitu sering membeli baju seragam pad setiap acara seperti pengajian, makan-makan, yasinan (alhamdulillah saya tidak mengikuti acara yasinannya).

Sedangkan pengajian yang diadakan itu setiap dua pekan sekali. Jadi beli baju seragamnya juga dua pekan sekali.
Menurut saya itu hal yang sia-sia dan foya-foya.

Apa yang harus saya lakukan?
Jika saya menolak, mereka akan mengatakan kalau ini kan baju seragam agar kita nampak kompak.
Saya bingung, harus bagaimana? Mohon nasihatnya, ustadz.

Jazaakallaahu khairan wa barakallahu fiik.

(Dari fulanah, Sahabat BiAS)

📤 *Jawaban* 📤

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu 'alā rasūlillāh, wa 'alā ālihi wa ash hābihi ajma'in.

Iya benar itu adalah perilaku foya-foya, *sampaikan saja nasehat lebih baik uang seragam itu dikumpulkan kemudian disedekahkan kepada fakir miskin dan orang-orang dhuafa* . Adapun seragam cukup satu dua stel untuk dipakai setiap kali pengajian.

Perilaku foya-foya seperti ini sangat dicela dalam Islam, Allah Ta'ala berfirman :

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak,

Seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur.

Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (QS Al-Hadid : 20).

Aisyah radhiyallahu Ta'ala anha pernah menyatakan :

"إن كنَّا آلَ محمد - صلى الله عليه وسلم - لَنمكثُ شهرًا ما نستوقد بنار، إن هو إلا التمر والماء"

"Sesungguhnya kami keluarga Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam pernah menjalani masa sebulan lamanya dan kami tidak menyalakan api (untuk memasak) kami hanya makan kurma dan air saja."

(HR Bukhari : 6458, Muslim : 2972).

Abdullah bin Mas'ud juga pernah menyatakan :

نَامَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى حَصِيرٍ فَقَامَ وَقَدْ أَثَّرَ فِي جَنْبِهِ ، فَقُلْنَا : يَا رَسُولَ اللهِ لَوِ اتَّخَذْنَا لَكَ وِطَاءً ؟ فَقَالَ : مَا لِي وَلِلدُّنْيَا، مَا أَنَا فِي الدُّنْيَا إِلاَّ كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا

"Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam tidur di atas tikar daun kurma kemudian beliau bangun dan tikar itu membekas pada tubuh beliau. Kami pun mengatakan : Wahai Rasulullah seandainya boleh kami menyediakan alas untuk engkau.

Beliau berkata ; Apa urusanku dengan dunia, aku di dunia ini hanya seperti seorang musafir yang berteduh di bawah pohon untuk kemudian pergi dan meninggalkannya."
(HR Tirmidzi : 2377 dishahihkan oleh Imam Al-Albani di dalam Silsilah Ahadits Ash-Shahihah : 438).

Tidak terlihat pantas dari sisi etika apatah lagi dari sisi agama, kita membeli seragam setiap dua pekan sekali sementara di sana masih banyak fakir miskin yang tidak memiliki pakaian layak, tempat tingggal serta makanan yang layak bagi mereka.

Hendaknya kita mulai belajar untuk berfikir dan mempedulikan orang lain dan tidak menjadikan pertimbangan kita murni karena dunia semata.

Wallahu a'lam,
wabillahittaufiq

Selasa, 19 Desember 2017

KUMPULAN HADITS-HADITS TENTANG LARANGAN GAMBAR MAKHLUK HIDUP*


------------

⭕ *KUMPULAN HADITS-HADITS TENTANG LARANGAN GAMBAR MAKHLUK HIDUP* ⭕
---------------------------

📝 KETERANGAN SYAIKH ABDUL AZIZ BIN BAZ rahimahullah:

Sesungguhnya banyak sekali hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam dalam kitab-kitab yang shahih, baik itu Sunan ataupun musnad-musnad, mengenai haramnya membuat gambar (lukisan, foto dan ukiran) sesuatu yang bernyawa, entah itu (gambar) manusia atau bukan.

Didalam hadits-hatdis itu ada riwayat yang menceritakan bahwa beliau Shallallahu ‘alaihi wasalam merobek tirai-tirai yang bergambar dan memerintahkan menghapus gambar-gambar. Disamping itu beliau melaknat tukang gambar dan menerangkan bahwa mereka termasuk orang-orang yang paling keras mendapat siksa di hari kiamat.

Disini saya (Syaikh Bin Baz) akan menyampaikan secara global hadits-hadits shohih mengenai permasalahan ini beserta keterangan ulamanya. Dan akan saya jelaskan mana yang benar, Insya ALLAH Ta’ala.

1⃣. Dari Abu Hurairah Radiyallahu ‘anhu, ia berkata :
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda : ALLAH Ta’ala berfirman : Dan siapakah yang lebih dzalim dari mereka yang akan membuat satu ciptaan seperti ciptaan-Ku, maka hendaknya mereka menciptakan satu dzarrah, atau biji, atau gandum.”
(Dalam Shahihain, lafadz Riwayat Muslim).

2⃣Dari Ibnu Mas’ud Radiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda :
“Sesungguhnya manusia yang paling keras disiksa di hari Kiamat adalah para tukang gambar (mereka yang meniru ciptaan Allah)”.
(Shahihain – yakni dalam dua kitab Shahih Bukhari dan Muslim atau biasa disebut muttafaqun ‘alaihi, red)

3⃣. Dari Ibnu Umar Radiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda :
“Sesungguhnya orang yang membuat gambar-gambar ini akan disiksa hari kiamat, dan dikatakan kepada mereka, ‘Hidupkanlah apa yang telah kalian buat!’”.
(Dalam Shahihain, lafadz Bukhari).

4⃣. Dari Abu Juhaifah Radiyallahu ‘anhu :
“Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasalam telah melarang dari (memakan) hasil (jual beli) darah, anjing, usaha pelacuran, dan (beliau) telah melaknat pemakan riba, yang menyerahkannya, pembuat tato (gambar tubuh), yang meminta ditato serta tukang gambar.”
(HR Bukhari).

5⃣. Dari Ibnu Abbas Radiyallahu ‘anhu : Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda :
“Siapa yang membuat satu gambar di dunia, dia dibebani (disuruh) untuk meniupkan ruh pada gambar itu dan ia bukan peniupnya (tidak akan mampu meniup ruh untuk menghidupkan gambar tsb, red)”.
(Muttafaqun ‘alaihi).

6⃣. Dari Ibnu Abbas Radiyallahu ‘anhu :
“Semua tukang gambar di Neraka dan dijarikan baginya setiap yang digambarnya satu jiwa (ruh) yang menyiksanya di Jahannam."

Ibnu Abbas berkata :
“Jika kamu mesti mengerjakannya, maka buatlah (gambar) pohon-pohon dan apa-apa yang tidak bernyawa (roh).”
(HR Muslim).

7⃣. Dari Aisyah Radiyallahu ‘anha, ia berkata:
" Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam masuk menuju saya dan saya menutup bilik dengan tirai tipis bergambar (dalam riwayat lain : menggantungkan tirai tipis bergambar kuda bersayap…), maka ketika beliau melihatnya dia merobeknya dan dengan wajah merah padam, beliau bersabda : “Hai Aisyah, manusia yang paling keras disiksa di Hari Kiamat adalah mereka yang meniru ciptaan ALLAH.” Kata Aisyah : “Maka kami memotong-motongnya lalu menjadikannya satu atau dua bantal.”
(Muttafaqun ‘alaihi).

°
⚠📹📷🎥📺📛

-----------

Bagian 2
.
.
.

8⃣. Dari Al Qasim bin Muhammad dari Aisyah, ia berkata :
“Saya membeli sebuah bantal bergambar. Maka ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam melihatnya, beliau berdiri di pintu dan tidak masuk. Saya mengenal tanda kemarahan pada wajah beliau."

Saya berkata : "Ya Rasulullah, saya taubat kepada ALLAH dan RasulNya, apa dosa saya ?”

Beliau bersabda : “Ada apa dengan bantal ini ?”

Saya berkata : “Saya membelinya agar Anda duduk di atasnya dan menyandarinya.”

Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda : “Sesungguhnya pemilik (pembuat) gambar-gambar ini akan disiksa di hari Kiamat, dan dikatakan kepada mereka, ‘Hidupkan apa yang telah kalian buat!’

Dan sabdanya lagi :
"Sesungguhnya rumah yang didalamnya ada gambar-gambar tidak akan dimasuki oleh malaikat.”
(Muttafaqun ‘alaihi).

9⃣. Dari Ibnu Abbas Radiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda :
“(Sesungguhnya kami para) Malikat tidak masuk rumah yang didalamnya ada anjing dan gambar”
(HR Bukhari & Muslim, dengan lafadz Muslim).

● Dalam riwayat Ibnu Umar “(Sesungguhnya kami para) Malaikat tidak masuk rumah yang didalamnya ada anjing dan gambar.”.

🔟. Dari Zaid bin Khalid dari Abi Talhah secara marfu’ :
“Malaikat tidak akan masuk rumah yang didalamnya ada anjing dan patung (gambar).”
(HR Muslim).

1⃣1⃣. Dari Abi al Hayyaj Al Asadi, ia berkata : Ali mengatakan pada saya :
"Maukah kamu saya utus kepada apa yang saya pernah diutus oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam yaitu Jangan kau tinggalkan satu gambarpun, melainkan kamu hapuskan dia dan tidak ada satu kuburpun yang menonjol (dikejeng, red) melainkan kau ratakan dia.”
(HR Muslim).

1⃣2⃣. Dari Jabir Radiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam menyuruh Umar bin Khattab (waktu Fathu Mekkah) sedang beliau ketika itu di Bath-ha’ agar mendatangi Ka’bah dan menghapus semua gambar didalamnya dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasalam tidak masuk sampai semua gambar telah dihapus.
(HR Ahmad, Abu Dawud, Al Baihaqi, Ibnu Hibban dan beliau mensahihkannya).

1⃣3⃣. Dari Aisyah Radiyallahu ‘anha :
“Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasalam tidak pernah membiarkan dalam rumahnya sesuatu yang ada padanya SALIB-SALIB melainkan beliau mematahkannya. “
(HR Bukhari).

Dan Al Kasymihani dengan lafadz “gambar-gambar”, dan Bukhari menerangkannya dengan bab Naqdhi Shuwar dan menguraikan hadits tersebut

1⃣4⃣. Imam Nasa’I meriwayatkan dengan lafadz :
“Jibril minta izin kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasalam, beliau berkata : 'Masuklah.'
Kata Jibril : 'Bagaimana saya akan masuk sedangkan dalam rumah Anda ada tirai brgambar ? Maka jika Anda potong kepala-kepalanya, atau Anda jadikan hamparan yang dipijak (dihinakan setelah dipotong, red – barulah Jibril akan masuk). Karena sesungguhnya kami – para malaikat – tidak akan masuk ke rumah yang didalamnya ada gambar-gambar.”
(HR Abdur Razaq, Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan beliau mengatakan Hasan Shahih dan Ibnu Hibban mensahihkannya).

Dan masih banyak lagi hadits-hadits tentang masalah ini. Hadits-hadits ini adalah dalil yang nyata tentang haramnya membuat gambar sesuatu yang bernyawa dan termasuk dosa besar yang diancam dengan neraka bagi penggambarnya. Hadits ini menunjukkan keumuman segala jenis gambar, baik itu didinding, tirai, kemeja, kaca, kertas dan sebagainya, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam tidak membedakannya, baik yang tiga dimensi atau selainnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam melaknat pembuatnya dan mengabarkan paling keras disiksa di hari kiamat dan semuanya di Neraka