Senin, 02 Maret 2015

Khusnudzon !

. Khusnudzon!

Wahai saudaraku
Berdoalah
Merengeklah
Mengibalah
Krn Rabbmu mencintai itu
Kesadaranmu akan lemahnya dirimu
Kmudian berbaik sangkalah kpd Rabbmu
Yakinlah Ia akan mngabulkan doa2mu
Imma di dunia..imma di akherat..

Dan jgn prnah engkau mengira Rabbmu tdk akan mngabulkan doamu..
Sdangkan engkau adlah hamba yg briman..
Ruku,sujud,&berdoa
Mngharap hnya kpd Rabbmu
Padahal Rabbmu tlah mngabulkan doa iblis
Mkhluk paling laknat ktika ia meminta agar dipanjangkan umurnya hingga yaumil akhir..
Dan Allah jg tlah mngabulkan doa kaum musyrikin yg trombang-abing di tengah lautan
Hingga mrk diselamatkan olehNya smpai kedaratan
Walau kmudian mrk kmbali mnjadi hamba durhaka stelahnya
Dan kmudian engkau mengira Rabbmu tdk akan mngabulkan doamu?

Aduhai sungguh engkau trpedaya
Tlah berburuk sangka kpd Rabbmu
Sdangkan Ia tlah brfirman
"Aku sesuai prasangka hambaKu kpdKu"..
Jd berbaik sangkalah kpd Rabbmu
Niscaya bagimu kebaikan
Imma di dunia..imma di akherat..

"Dan supaya Dia mengazab org2 munafik laki2&perempuan &org2 musyrik laki2 &prempuan yg mrk itu BERPRASANGKA BURUK trhadap Allah.".. (Al-Fath, 6)

Ktahuilah wahai saudaraku
Cahaya siang tdk akan smpurna tnpa khadiran matahari
Bgitu jg dgn doamu
Tdk akan sempurna tnpa brbaik sangka kpd Rabbmu
Ssungguhnya kasih syg Rabbmu mndahului kmurkaanNya
Dan rahmatNya meliputi sgala ssuatu
Hnya kyakinanmulah yg snantiasa kekurangan ssuatu

Sngguh Rasulullah tlah brsabda:
"Allah menjadikan rahmat 100 bagian, 99 bagian Allah tahan&Allah turunkan ke bumi 1 bagian. 1 bagian itulah yg mnyebabkan sesama mahluk saling menyayangi smpai kuda mngangkat telapak kakinya dr anaknya khawatir mengenainya". (Muttafaqun'alaih)

Mk jgn ragukan 1 bagian itu
Krn bs jd kelak engkau tdk kebagian yg 99 bagian
Yakinlah!
Krn Rabbmu psti mngabulkan doa
Memohonlah
Krn brg siapa yg sering mengetuk pintu psti dibukakan
Kmudian brkhusnudzonlah
Dan genapkan 100 bagian milikmu kelak
Dgn menggenggam erat 1 bagianmu skr

::Indahnya Islam,bagi kaum yg brfikir::

 NIKMATILAH RUKU' DAN SUJUDMU

 NIKMATILAH RUKU' DAN SUJUDMU

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

‏" إنَّ العبدَ إذا قَامَ يُصلِّي أُتِي بُذُنوبِه كُلِّها فَوُضِعَتْ على رأسِه و عاتِقَيْهِ ، فكُلَّما رَكعَ أو سَجدَ تَساقَطَتْ عَنْهُ"

"Apabila seorang hamba berdiri melakukan sholat, semua dosa-dosanya didatangkan lalu diletakkan diatas kepala dan kedua pundaknya. Maka setiap kali hamba tersebut ruku dan sujud dosa-dosanya akan berguguran darinya". (Hadits shahi diriwayatkan oleh imam Al Marwazy & Abu Nuaim)

DR. Husein Al-Abdaly -hafidzahullah- mengatakan:

‏يامن تتعجل في الركوع والسجود أطل سجودك و ركوعك بقدر ماتستطيع فلعل سجدة لله يمح الله بها عنك من الذنوب ما لو بقيت كانت سبب هلاكك

Wahai orang yang suka tergesa-gesa dalam sujud dan ruku'nya, panjangkan sujud dan ruku'mu sejauh yang engkau mampu. Mudah-mudahan dengan satu sujud yang engkau lakukan karena Allah,  Dia menghapus sebagian dosamu, dimana bila dosa tersebut masih melekat (padamu) niscaya akan menjadi sebab kebinasaanmu.

 Ust Aan Chandra Thalib El-Gharantaly حفظه الله تعالى

ILMU

# Ilmu Itu Apa Yang Ada Di Dada Bukan Di Tulisan

sebuah syair:

العلم ما في الصدور لا في السطور

“AL-Ilmu maa fiis shudur  laa fis suthur”
“Ilmu itu apa yang ada di dada, bukan di tulisan”

ternyata ilmu kita kebanyakan di tulisan, terutama status FB dan e-book dan kitab

dan yang lebih penting lagi kita amalkan
Alloh Azza wa Jalla berfirman,

جَزَاء بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.” [Al-Waqi’ah: 24]

Alloh TIDAK berfirman,
جَزَاء بِمَا كَانُوا يعَلمُونَ

“Sebagai balasan apa yang telah mereka ketahui.”

Peringatan langsung dalam Al-Qur’an

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَْ كَبُرَ مَقْتاً عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

”Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan hal yang tidak kamu perbuat. Amat besar kebencian Allah bahwa kamu mengatakan apa saja yang tidak kamu kerjakan.” (QS.Ash-Shaff : 3

http://muslimafiyah.com/ilmu-itu-apa-yang-ada-di-dada-bukan-di-tulisan.html

Aku Bukn Siapa siapa

# Aku Bukan Siapa-siapa #

Berkata Abu Bakr asy-Syibli - rahimahullah - :

إن أردت أن تنظر إلى الدنيا بحذافيرها فانظر إلى مزبلة فهي الدنيا
"Jika kamu ingin melihat dunia beserta isinya maka lihatlah sampah. Itulah dunia.

و إذا أردت أن تنظر إلى نفسك فخذ كفا من تراب فإنك منه خلقت وفيه تعود ومنه تخرج
Jika kamu ingin melihat dirimu maka ambillah segenggam tanah karena dari tanah kamu dicipta, ke dalam tanah kamu akan kembali, dan dari dalam tanah kamu akan keluar.

و إذا أردت أن تنظر ما أنت فانظر ماذا يخرج منك في دخولك الخلاء
Dan jika kamu ingin mengetahui bagaimana sebenarnya dirimu, maka lihatlah apa yang keluar dari tubuhmu ketika masuk toilet.

فمن كان حاله كذلك فلا يجوز أن يتطاول أو يتكبر على من هو مثله
Jika demikian keadaannya  maka dia tidak boleh bersikap congkak atau sombong kepada sesamanya."

صفة الصفوة لابن الجوزي رحمه الله
Dari kitab Sifatush Shafwah, Ibnul Jauzi - rahimahullah

Sahabat Rasulullah

Ayo tebak nama2 sahabat Rasulullah dgn ciri yg ana sebutkan... Siapa yg tahu?

1. Dalam peristiwa Haditsul Ifki, pembelaan atasn kesucian beliau diturunkan dari atas langit
(Aisyah رضي الله عنه )

2. Shahabat nabi yang dijamin masuk surga namun g ikut Ba'iatur Ridwan
(Utsman bin Affan رضي الله عنه )

3. Sakit mata beliau pada saat pengepungan Khaibar tidak menghalangi beliau menaklukkan benteng tersebut
(Ali bin Abi thalib رضي الله عنه )

4. Dikenal sebagai shahabat yang tampan, Malaikat Jibril kadang kala mengambil rupa beliau pada saat bertemu Nabi shallallaahu alaihi wa sallam
(Dihya al kalbi رضي الله عنه )

5. Suara sandalnya di surga didengar oleh rasulullah
(Bilal bin rabah رضي الله عنه )

6. Apabila shahabat ini melewati satu jalan, syaithan akan mengambil jalan lainnya
(Umar bin khotob رضي الله عنه )

7. Surah Al Lail ayat 17 dan seterusnya turun berkaitan dengan shahabat ini
(Abu bakar ash sidiq رضي الله عنه )

8. Julukannya adalah shahibus sirri rasulullah. Penjaga rahasia nabi mengenai identitas orang2 munafik di Madinah
(hudzaifah bin yaman رضي الله عنه )

9. Beliau radhiyallaahu anhu adalah shahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits nabi
(Abu hurairoh رضي الله عنه )

10. Julukannya adalah samudra ilmu. Satu2nya shahabat amrad (g berjenggot atau berkumis, karena masih muda) yang diizinkan ikut majelis penasehatnya Khalifah 'Umar
(Abdullah bin abbas رضي الله عنه )

11. Pemuda ini gugur pada perang Uhud. Ketika jasad beliau ditutup kepalanya maka tampaklah kakinya dan sebaliknya (karena pendeknya kain penutup jenazah beliau), padahal sebelum masuk Islam beliau radhiyallaahu anhu adalah seorang kaya raya. Siapakah beliau?
(mush'ab bin umair رضي الله عنه )

12. Shahabat ini adalah Panglima angkatan laut pertama dalam Islam
(muawiyah bin abi sufyan رضي الله عنه )

13. Satu2nya shahabat yang namanya disebutkan dalam Al Quran
(zaid bin haritsah رضي الله عنه )
14. Aduan shahabiyah ini tentang suaminya diabadikan dalam surah Al Mujaadilah
(khaulah binti tsa'labah رضي الله عنه )

15. Jundub ibn Junaadah adalah nama asli beliau.
(abu dzar al ghiffari رضي الله عنه )

Kamis, 26 Februari 2015

Renungan Imam Asy-syaukani Rahimahullh

 RENUNGAN IMAM ASY-SYAUKANI RAHIMAHULLAH

Al-Imam Asy-Syaukaani rahimahullah (wafat 1250 H) berkata dalam sya'irnya :

فَكَّرْتُ فِي عِلْمِي وَفِي أَعْمَالِي .... وَنَظَرْتُ فِي قَوْلِي وَفِي أَفْعَالِي

Aku merenungkan tentang ilmuku dan amalanku…. Aku mengamati perkataanku dan perbuatanku…

فَوَجَدْتُ مَا أَخْشَاهُ مِنْهَا فَوْقَ مَا .... أَرْجُو فَطَاحَتْ عِنْدَ ذَا آمَالِي

Maka aku dapati apa yang aku takutkan darinya melebihi apa yang aku harapkan darinya…maka sirnalah saat itu harapan-harapanku…

وَرَجَعْتُ نَحْوَ الرَّحْمَةِ الْعُظْمَى إِلَى ... مَا أَرْتَجِي مِنْ فَضْلِ ذِي الأَفْضَالِ

Akupun kembali menuju rahmat (kasih sayang) yang luas… kepada karunia yang aku harapkan dari Dzat pemilik segala karunia…

فَغَدَا الرَّجَا وَالْخَوْفُ يَعْتَلِجَانِ فِي ... صَدْرِي وَهَذَا مُنْتَهَى أَحْوَالِي

Jadilah harapan dan ketakutan berseteru dalam dadaku…inilah kesudahan kondisiku

(Nailul Wathor min taroojumi rijaalil yaman fi al-qorni ats-tsaalits 'asyar karya Muhammad Zabaaroh As-Shon'aani, 2/302)

Al-Imam Asy-Syaukani rahimahullah seorang ulama yang sangat terkenal penulis buku Nailul Authoor, menjelaskan bahwa setelah menimbang-nimbang ilmu, amalan, perkataan, dan perbuatannya maka beliau mendapati bahwa semuanya tidak bisa diandalkan. Apa yang beliau takutkan dari ilmu, amal, perkataan, dan perbuatan jika dihisab kelak lebih besar dari apa yang beliau harapkan...

Karenanya beliau hanya bisa mengharapkan kasih sayang yang luas dari Allah ta'aala agar merahmati beliau…

Jika Al-Imam Asy-Syaukani tidak ujub dan tidak bangga dengan ilmu dan amal beliau bagaimana lagi dengan sebagian kita yang pas-pasan?? Atau sudah jelas pailit, minus, dan defisitnya??

Hanya ramhat Allah yang luas yang bisa kita andalkan…

Ya Allah berilah taufiq kepada kami agar senantias bersyukur dan beramal sholeh…senantiasa takut kepada adzabMu dan senantiasa berharap akan rahmatMu…

 Ust Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Selasa, 17 Februari 2015

In Sya Allah

 Kapan kita salah menuliskan "In Sya Allah"?
������
Kita salah jika menyambung antara "In" dan "Sya"
��"In" = Jika
��"Syaa-a" = Berkehendak
��"Allahu" = Allah .
�� "In Sya Allah" artinya = Jika Allah berkehendak, jika Allah mengizinkan, dalam bahasa Arab ditulis seperti ini:
إِنْ شَاءَ اللهُ
(terdiri dari 3 kata)
TAPI ....
Sebagian orang SALAH dalam penulisan, mereka menulisnya :
إِنْشَاء الله
(menyambungkan antara "in" dengan "sya").
Mengapa SALAH?
Karena ARTINYA BERBEDA
إِنْشَاء 
(dengan disambung antara "in" dan "sya") artinya = MENCIPTAKAN
Jadi ketika kita menulis
إِنْشَاءَ الله
Artinya adalah = MENCIPTAKAN ALLAH
(astaghfirullah).
Jadi yang dimaksud oleh Dr. Ahmed Deedat itu :  JANGAN menulis INSHA ALLAH (dlm penulisan bhs inggris) atau INSYA ALLAH (dlm penulisan bhs indonesia), karena jika disambung penulisannya "insha" atau "insya" artinya adalah "menciptakan".
Jadi hendaknya tulislah secara terpisah tiga kata tsb:
IN SHA ALLAH (dlm b.inggris)
Atau IN SYA ALLAH (dlm b.indonesia)
Agar tercapai maksud dan tujuan kita mengatakan:
إِنْ شَاءَ اللهُ
Yaitu : "Jika Allah berkehendak"
Atau
"Jika Allah mengizinkan".
������
Wallahu a'lam.
������
Makkah Al-Mukarramah
1 Sya'ban 1435 H
������
Ditulis oleh:
Arfah Nur Laila, LC
Umm Al-Qura University