Rabu, 05 Oktober 2016

BENTUK-BENTUK DURHAKA

�BENTUK - BENTUK Durhaka

Durhaka kepada kedua orang tua merupakan dosa yang amat besar. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

أَلاَ أُنَبِّئُكُم بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ؟ ثَلاَثًا. قُلْنَا: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: الإِشْرَاكُ بِاللَّهِ، وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ. وَكَانَ مُتَّكِئًا فَجَلَسَ، فَقَالَ: أَلاَ وَقَوْلُ الزُّورِ، وَشَهَادَةُ الزُّوُرِ. فَمَازَالَ يُكَرِّرُهَا حَتَّى قُلْنَا: لَيْتَهُ سَكَتَ

"Maukah aku beritahukan kepada kalian dosa besar yang paling besar?." Beliau ulangi tiga kali.

Sahabat berkata, “Tentu wahai Rasulullah.”

Beliau menjawab, "Menyekutukan ALLAH dan durhaka kepada kedua orang tua.”

Semula beliau bersandar, kemudian duduk dan melanjutkan, “Ingat, perkataan dusta dan persaksian palsu."

Beliau terus megulangi ucapan, _"Dan persaksian palsu."Sehingga kami membatin, "Duhai, andai saja beliau berhenti."

(HR. Bukhari, no. 2654 dan Muslim, no. 87)

�¤ Beragam bentuk durhaka kepada kedua orang tua ¤

Banyak sekali perbuatan yang termasuk kategori durhaka kepada kedua orang tua, kita perlu mengetahuinya agar bisa menjauhinya, di antaranya:

�¤» Menimbulkan gangguan terhadap orang tua, berupa ucapan atau perbuatan yang membuatnya sedih dan sakit hati. Dan menjadikan orang tua menangis merupakan perbuatan durhaka.

�¤» Berkata 'ah', tidak memenuhi panggilan orang tua, membentak atau menghardiknya.

�¤» Tidak mengurusi orang tua, bahkan lebih mementingkan orang lain, padahal orang tuanya sangat membutuhkan bantuan. Seandainya memberi nafkah pun, dilakukan dengan penuh perhitungan.

�¤» Bermuka masam dan cemberut di hadapan orang tua, merendahkannya, mengatakan bodoh, kolot, ketinggalan jaman, kurang pergaulan, dan lain-lain.
_______

ZIKIR TAK PATUT DITINGGALKAN

Zikir, Tak Patut Ditinggalkan

Dzikrullah (mengingat ALLAH) merupakan ibadah yang mulia. Ibadah ini tidak hanya dapat dilakukan dengan menggunakan lisan semata, namun dapat juga menggunakan hati dan anggota badan lainnya.

Teladan terbaik kita telah memberikan contoh sebaik-baiknya dalam persoalan ini, di mana lisan beliau banyak berzikir kepada ALLAH dengan beragam ungkapan seperti takbir, tasbih, tahmid, tahlil, doa dan lain sebagainya,

Demikian pula hati beliau senantiasa pula berzikir kepada ALLAH, dengan berbagai bentuknya. Begitu pula anggota tubuh beliau juga senantiasa berzikir kepada ALLAH dengan melakukan apa yang disyariatkan oleh-NYA. Oleh karenanya, dzikrullah tak layak ditinggalkan.

Anda tentu tahu siapa Nabi Zakaria عليه السلام. ALLAH menyebutkan sepenggal kisahnya di dalam al-Qur’an yang cukup unik, karena ALLAH menjadikan ketidakmampuan Zakaria untuk berbicara sebagai tanda bahwa Istrinya tengah hamil. 

ALLAH سبحانه وتعالى berfirman,

قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِي آيَةً قَالَ آيَتُكَ أَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ إِلَّا رَمْزًا

“Zakariya berkata, "Ya RAAB berilah aku suatu tanda (bahwa isteriku telah mengandung)". ALLAH berfirman: "Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat…” (QS. Ali Imran : 41)

Setelah sang istri mengandung, Zakaria عليه السلام pun tidak bisa bicara lagi dengan manusia (bisu). Namun demikian ALLAH عز وجل berfirman, “Dan berdzikirlah kepada RABBmu dengan sebanyak-banyaknya.” (QS. Ali Imran : 41)

Andai kata ada orang yang diizinkan meninggalkan dzikir, tentu Zakaria عليه السلام akan diizinkan untuk tidak berdzikir.

Ya ALLAH, tolonglah kami untuk berdzikir pada-MU, bersyukur pada-MU, dan memperbagus ibadah pada-MU.

(Syaikh Dr. Muhammad al-Khudhairi, Liyaddabaruu Aayaatihi bitasharuf hal. 64)  
________

HAKEKAT KEHIDUPAN AKHERAT

Hakikat Kehidupan Akhirat

Kehidupan akhirat adalah kehidupan yg sebenarnya, sebagaimana yg disebutkan dalam firman-NYA,

“Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan.” (QS. al-Ankabut : 64)

Berkata Abdullah bin Abbas رضي الله عنهما menjelaskan makna ayat, “Yakni kehidupan yang kekal.”
Berkata Qatadah dan Mujahid رحمهما الله, “Tidak ada kematian di dalamnya.”

Kehidupan akhirat dimulai sejak manusia meninggal dunia, di alam barzakh untuk menerima pertanyaan kubur, kemudian dibangkitkan untuk mempertanggung jawabkan amalannya, setelahnya hanya ada dua pilihan; menjadi penghuni Surga atau Neraka.

Bekal Akhirat

Ibnul Jauzi berkata, “Sungguh mengherankan, orang yg melakukan perjalanan dan akan mati, sedangkan dia tidak membawa bekal untuk perjalanannya tersebut.”

Bekal yg paling penting untuk kita persiapkan adalah :

¤» Tauhid dan iman

Syaikhul Islam berkata, “Sesungguhnya kelezatan, kegembiraan, kebahagiaan, waktu yg baik, dan nikmat yg tidak mungkin diungkapkan dengan kata-kata ialah kenikmatan dlm mengetahui ALLAH سبحانه وتعالى, mengesakan dan beriman kepada-NYA.” (al-Fatawa 28/31)

¤» Takwa

ALLAH سبحانه وتعالى berfirman artinya,
“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (QS. al-Baqarah: 197)

¤» Ikhlas

ALLAH سبحانه وتعالى berfirman artinya,
“Iblis menjawab, ‘Demi kekuasaan ENGKAU aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba-MU yang ikhlas di antara mereka.’” (QS. Shad: 82-83)

¤» Sabar

Pendakian menuju keridhaan ALLAH dalam keimanan, ketaatan dan keistiqamahan adalah amat capek lagi melelahkan, sehingga sangat membutuhkan kesabaran.

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda,

السَّفَرُ قِطْعَةٌ مِنَ اْلعَذَابِ

“Safar itu bagian dari azab.” (HR. Bukhari)

Jika perjalanan di kehidupan dunia saja melelahkan, maka bagaimana dgn perjalanan menuju kehidupan yg hakiki, tentulah amat sangat melelahkan?!.
_______

Selasa, 09 Agustus 2016

MENGHAFAL QURAN

10 ALASAN TETAP MENGHAFAL WALAU TAK HAFAL-HAFAL
Oleh K.H. Deden M. Makhyaruddin, M.A. (Dewan Penasihat Indonesia Quran Foundation)
1. Satu huruf Al-Qur’an satu kebaikan, dan satu kebaikan 10 pahala. Bagi yang kesulitan melafalkan, satu hurufnya dua kebaikan. Berarti setiap hurufnya 20 pahala. Semakin sulit semakin banyak. Kalikan dengan jumlah pengulangan Anda.
2. Al-Qur’an, seluruhnya, adalah kebaikan. Menghafal tak hafal-hafal berarti Anda berlama-lama dalam kebaikan. Semakin lama semakin baik. Bukankah Anda menghafal untuk mencari kebaikan.
3. Ketika Anda menghafal Al-Qur’an, berarti Anda sudah punya niat yang kuat. Rasulullah saw menyebut 70 syuhada dalam tragedi sumur Ma’unah sebagai qari (hafizh), padahal hafalan mereka belum semua. Ini karena seandainya mereka masih hidup, mereka akan terus menghafal. Jadi, meski Anda menghafal tak hafal-hafal, Anda adalah hafizh selama tak berhenti menghafal. Bukankah hafizh yang sebenarnya di akhirat?
4. Menghafal Al-Qur’an ibarat masuk ke sebuah taman yang indah. Mestinya Anda betah, bukan ingin buru-buru keluar. Menghafal tak hafal-hafal adalah cara Allah memuaskan Anda menikmati taman itu. Tersenyumlah.
5. Ketika Anda menghafal Al-Quran, meski tak hafal-hafal, maka dapat dipastikan, paling tidak, selama menghafal, mata Anda, telinga Anda, dan lisan Anda tidak sedang melakukan maksiat. Semakin lama durasinya, semakin bersih.
6. Memegang mushaf adalah kemuliaan, dan melihatnya adalah kesejukan. Anda sudah mendapatkan hal itu saat menghafal kendati tak hafal-hafal.
7. Adakalanya kita banyak dosa. Baik yang terasa maupun tak terasa. Dan menghafal tak hafal-hafal adalah kifaratnya, di mana, barangkali, tidak ada kifarat lain kecuali itu.
8. Tak hafal-hafal adakalanya karena Allah sangat cinta kepada kita. Allah tak memberikan ayat-ayat-Nya sampai kita benar-benar layak dicintai-Nya. Jika kita tidak senang dengan keadaan seperti ini, maka kepada siapa sebenarnya selama ini kita mencintai. Ini yang disebut: Dikengenin ayat.
9. Menghafal tak hafal-hafal tentu melelahkan. Inilah lelah yang memuaskan, karena setiap lelahnya dicatat sebagai amal sholeh. Semakin lelah semakin sholeh.
10. Menghafal tak hafal-hafal, tandanya Anda di pintu hidayah. Berat tandanya jauh dari nafsu. Jauh dari nafsu tandanya dekat dengan ikhlas. Dan ikhlas lahirkan mujahadah yang hebat.

Rabu, 27 Juli 2016

NASEHAT SUAMI ISTRI

NASIHAT KHUSUS UNTUK SUAMI ISTRI

Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir
Jawas

NASIHAT KHUSUS UNTUK SUAMI

Wahai para Suami !!

1. Apa yang memberatkanmu -wahai hamba Allah- untuk tersenyum di hadapan isterimu ketika engkau masuk menemuinya, agar engkau memperoleh ganjaran dari Allah Ta’ala?!!

2. Apa yang membebanimu untuk bermuka cerah ketika engkau melihat isteri dan anak-anakmu?!!! Engkau akan dapat pahala!!

3. Apa sulitnya apabila engkau masuk ke rumah sambil mengucapkan salam secara sempurna: “Assalaamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh”, agar engkau memperoleh tiga puluh kebaikan?!!

4. Apa yang kira-kira akan menimpamu jika engkau berkata kepada isterimu dengan perkataan yang baik, sehingga dia meridhaimu, sekalipun dalam perkataanmu tersebut agak sedikit dipaksakan?!!

5. Apakah menyusahkanmu -wahai hamba Allah- jika engkau berdo’a: ”Ya Allah. Perbaikilah istriku, dan curahkan keberkahan padanya.”

6. Tahukah engkau bahwa ucapan yang lembut merupakan shadaqah ?!!

7. Apa yang memberatkanmu untuk membawa hadiah (oleh-oleh) untuk isteri dan anak-anakmu, ketika engkau pulang dari safar?

8. Luangkan waktumu untuk menemani isterimu membaca Al-Qur-an, membaca buku-buku yang bermanfaat, dan mendatangi majelis ilmu (majelis ta’lim) yang mengajarkan Al-Qur-an dan As-Sunnah menurut pemahaman para Shahabat.

9. Tahukah engkau wahai hamba Allah, bahwa jima’ (bersetubuh) akan mendatangkan ganjaran dari Allah?!!

Bahkan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

مِنْ أَمَاثِلِ أَعْمَالِكُمْ إِتْيَانُ الْحَلاَلِ -يَعْنِى النِّسَاءَ.

“Di antara amal perbuatan kalian yang paling utama adalah mendatangi (bersetubuh) yang halal, yaitu dengan isteri-isteri kalian.”
[ Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ahmad (IV/231), Abu Nu’aim dan ath-Thabrani dalam Mu’jamul Kabir. Lihat Silsilah ash-Shahiihah (no. 441

NASIHAT KHUSUS UNTUK ISTERI

Wahai para isteri !!

1. Apakah menyulitkanmu jika engkau menemui suamimu ketika dia masuk ke rumahmu dengan wajah yang cerah sambil tersenyum manis?!!

2. Berhiaslah untuk suamimu dan raihlah pahala di sisi Allah Ta’ala. Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan, gunakanlah wangi-wangian! Bercelaklah! Berpakaianlah dengan busana terindah yang kau miliki untuk menyambut kedatangan suamimu. Ingat, janganlah sekali-kali engkau bermuka muram dan cemberut di hadapannya.

3. Jadilah engkau seorang isteri yang memiliki sifat lapang dada, tenang dan selalu ingat kepada Allah di dalam segala keadaan.

4. Didiklah anak-anakmu dengan baik, penuhilah rumahmu dengan tasbih, takbir, tahmid dan tahlil serta perbanyaklah membaca Al-Qur-an, khususnya surat al-Baqarah, karena surat tersebut dapat me-ngusir syaitan.

5. Bangunkanlah suamimu untuk mengerjakan shalat malam, anjurkanlah dia untuk berpuasa sunnah dan ingatkanlah dia kembali tentang keutamaan berinfaq serta janganlah melarangnya untuk berbuat baik kepada orang tua dan menjaga tali silaturahim.

6. Perbanyaklah istighfar untuk dirimu, suamimu, orang tuamu, dan semua kaum Muslimin, dan berdo’alah selalu agar diberikan keturunan yang shalih dan memperoleh kebaikan dunia dan akhirat, dan ketahuilah bahwa Rabb-mu Maha Mendengar do’a. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

“Dan Rabb kalian berfirman:”Berdo’alah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan untuk kalian.” [Al-Mu’min : 60]

Kamis, 17 Maret 2016

CEMBURU♡♥♥

�� KECEMBURUAN PARA ISTRI

Sifat Al Ghairah (cemburu) adalah sifat yang ada pada seseorang ,bahkan sebagian orang mengatakan bahwa cemburu adalah tanda suatu cinta.

☝��Namun jika kecemburuan yang berlebihan yang sampai kebatas memberikan mudharat (bahaya) kepada seseorang adalah perkara yang tercela didalam syariat, dan perkara yang bisa merusak keharmonisan rumah tangga, oleh sebab itulah Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam- enggan untuk menikahi sebagian wanita yang mereka dikenal dengan kecemburuan yang berlebihan.

��Dari Anas -radhiyallahu 'anhu- berkata;

"Ya Rasulullah, tidakkah engkau mau menikah dengan wanita anshar??"

Maka Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam- menjawab;

إن فيهم لغيرة شديدة

"Sesungguhnya mereka memiliki kecemburuan yang sangat".
_______
HR. An Nasa_i (6916) dan dishahihkan Syeikh Al Albany dalam Shahih Sunan An Nasa_i (3233) dan Syeikh Muqbil dalam Ash Shahih Al Musnad (102).

����Dan tatkala Nabi -shalallahu 'alaihi wa sallam- mengutus Hatib bin Abi Balta'ah -radhiyallahu 'anhu- untuk melamarkan Beliau Ummu Salamah, maka Ummu Salamah berkata;

" Sesungguhnya saya memiliki seorang anak perempuan dan sungguh saya adalah seorang wanita yang pencemburu"

Maka Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam- bersabda;

أما ابنتها فندعو الله أن يغنيها عنها وأدعو الله أن يذهب بالغيرة

"Adapun anak perempuannya maka Kami berdoa kepada Allah agar memberikan kecukupan dengannya, dan akupun berdoa agar Allah menghilangkan kecemburuannya".
________
HR. Muslim (918)

����Dari hadits ini nampak bahwa tidaklah Nabi -shalallahu 'alaihi wa sallam- menikahi Ummu Salamah kecuali setelah Beliau berdoa agar Allah menghilangkan sifat kecemburuan yang ada pada diri Ummu Salamah.
Dan sekaligus menunjukkan bahwa sifat cemburu yang berlebihan adalah sifat tercela yang ada pada seorang wanita sehingga Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- meminta agar hal tersebut dihilangkan pada calon istrinya.

��Namun tidak bisa dipungkiri bahwa kecemburuan yang wajar dan semestinya adalah sifat yang dimiliki dan terdapat pada para wanita mulia, bahkan wanita termulia dari ummat ini yaitu 'Aisyah -radhiyallahu 'anha- juga adalah seorang wanita yang memiliki sifat kecemburuan, beliau berkata;

ما غرت على امرأة لرسول الله صلى الله عليه وسلم كما غرت على خديجة لكثرة ذكر رسول الله صلى الله عليه وسلم  إياها وثناءه عليها

" Aku tidak pernah merasa cemburu kepada seorangpun melebihi kecemburuanku terhadap Khodijah, karena Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam- selalu menyebut-nyebutnya dan memujinya".
_______
HR. Bukhari (5229) dan Muslim (2435).

☝��Jika 'Aisyah -radhiyallahu 'anha- yang merupakan wanita termulia saja merasakan kecemburuan terhadap wanita lainnya maka sungguh selain itu dari para wanita juga pasti merasakannya.

❓❓Namun bagaimanakah sikap seorang suami untuk menghadapi para istri yang dilanda kecemburuan??

����Mari kita simak kisah kecemburuan yang terjadi dikeluarga Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam-;

��Dari Anas bin Malik -radhiyallahu 'anhu- berkata;

"Suatu ketika Nabi -shalallahu 'alaihi wa sallam- berada dirumah 'Aisyah -radhiyallahu 'anha-, dan Beliau kedatangan para tamu dari kalangan shahabat, maka tiba-tiba datanglah seseorang membawa semangkok makanan yang dikirim oleh Ummu Salamah (untuk menjamu tamu yang ada dirumah 'Aisyah, padahal bukan hak Ummu Salamah untuk menjamu tamu dirumah 'Aisyah. Pent), maka 'Aisyah pun memukul tangan utusan Ummu Salamah tersebut, hingga jatuhlah mangkuk tsb dan terpecah, maka Nabi -shalallahu 'alaihi wa sallam- mengumpulkan pecahan mangkuk tersebut dan juga makanannya, seraya berkata kepada para sahabat;

غارت أمكم غارت أمكم غارت أمكم

" Ibu kalian ini sedang cemburu, ibu kalian ini sedang cemburu, ibu kalian ini sedang cemburu"

Kemudian Beliau menggantikan mangkuk yang pecah itu dengan mangkuk yang baru dari rumah 'Aisyah -radhiyallahu 'anha-".
________
HR. Bukhari (5225).

☝��Subhanalloh..
Dalam kisah ini terdapat banyak faidah dan pelajaran, diantaranya:

✔Sikap bijaksana Nabi -shalallahu 'alaihi wa sallam- dalam mengatasi kecemburuan istri.
✔Kelembutan Nabi -sh alallahu 'alaihi wa sallam- dan sifat pemaaf Beliau tatkala Beliau tidak sedikitpun menyalahkan istrinya apalagi memarahinya.
✔Tidak menampakkan suatu permasalahan dihadapan orang lain ketika terjadi suatu permasalahan.
✔Tidak membesarkan suatu masalah bahkan berusaha menjadikan hal tersebut perkara yang mudah.
✔Kepandaian Nabi -shalallahu 'alaihi wa sallam- dalam mendidik para sahabat tatkala beliau dihadapkan dengan suatu masalah ternyata beliau menggambarkan hal tersebut dengan nada canda dihadapan para sahabat.
✔Tidak terburu-buru menyalahkan sikap istri.
☝��Dan masih banyak lagi faidah lainnya yang kita bisa petik dari kisah diatas.

Wallohu a'lam.

��Al Ustadz Fauzan Abu Muhammad

�� Silsilah Durus Linnisa

 

Repost by :
��TEGAR DIATAS SUNNAH
Grup Sharing Kajian Islam

CEMBURU♡♥♥

�� KECEMBURUAN PARA ISTRI

Sifat Al Ghairah (cemburu) adalah sifat yang ada pada seseorang ,bahkan sebagian orang mengatakan bahwa cemburu adalah tanda suatu cinta.

☝��Namun jika kecemburuan yang berlebihan yang sampai kebatas memberikan mudharat (bahaya) kepada seseorang adalah perkara yang tercela didalam syariat, dan perkara yang bisa merusak keharmonisan rumah tangga, oleh sebab itulah Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam- enggan untuk menikahi sebagian wanita yang mereka dikenal dengan kecemburuan yang berlebihan.

��Dari Anas -radhiyallahu 'anhu- berkata;

"Ya Rasulullah, tidakkah engkau mau menikah dengan wanita anshar??"

Maka Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam- menjawab;

إن فيهم لغيرة شديدة

"Sesungguhnya mereka memiliki kecemburuan yang sangat".
_______
HR. An Nasa_i (6916) dan dishahihkan Syeikh Al Albany dalam Shahih Sunan An Nasa_i (3233) dan Syeikh Muqbil dalam Ash Shahih Al Musnad (102).

����Dan tatkala Nabi -shalallahu 'alaihi wa sallam- mengutus Hatib bin Abi Balta'ah -radhiyallahu 'anhu- untuk melamarkan Beliau Ummu Salamah, maka Ummu Salamah berkata;

" Sesungguhnya saya memiliki seorang anak perempuan dan sungguh saya adalah seorang wanita yang pencemburu"

Maka Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam- bersabda;

أما ابنتها فندعو الله أن يغنيها عنها وأدعو الله أن يذهب بالغيرة

"Adapun anak perempuannya maka Kami berdoa kepada Allah agar memberikan kecukupan dengannya, dan akupun berdoa agar Allah menghilangkan kecemburuannya".
________
HR. Muslim (918)

����Dari hadits ini nampak bahwa tidaklah Nabi -shalallahu 'alaihi wa sallam- menikahi Ummu Salamah kecuali setelah Beliau berdoa agar Allah menghilangkan sifat kecemburuan yang ada pada diri Ummu Salamah.
Dan sekaligus menunjukkan bahwa sifat cemburu yang berlebihan adalah sifat tercela yang ada pada seorang wanita sehingga Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- meminta agar hal tersebut dihilangkan pada calon istrinya.

��Namun tidak bisa dipungkiri bahwa kecemburuan yang wajar dan semestinya adalah sifat yang dimiliki dan terdapat pada para wanita mulia, bahkan wanita termulia dari ummat ini yaitu 'Aisyah -radhiyallahu 'anha- juga adalah seorang wanita yang memiliki sifat kecemburuan, beliau berkata;

ما غرت على امرأة لرسول الله صلى الله عليه وسلم كما غرت على خديجة لكثرة ذكر رسول الله صلى الله عليه وسلم  إياها وثناءه عليها

" Aku tidak pernah merasa cemburu kepada seorangpun melebihi kecemburuanku terhadap Khodijah, karena Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam- selalu menyebut-nyebutnya dan memujinya".
_______
HR. Bukhari (5229) dan Muslim (2435).

☝��Jika 'Aisyah -radhiyallahu 'anha- yang merupakan wanita termulia saja merasakan kecemburuan terhadap wanita lainnya maka sungguh selain itu dari para wanita juga pasti merasakannya.

❓❓Namun bagaimanakah sikap seorang suami untuk menghadapi para istri yang dilanda kecemburuan??

����Mari kita simak kisah kecemburuan yang terjadi dikeluarga Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam-;

��Dari Anas bin Malik -radhiyallahu 'anhu- berkata;

"Suatu ketika Nabi -shalallahu 'alaihi wa sallam- berada dirumah 'Aisyah -radhiyallahu 'anha-, dan Beliau kedatangan para tamu dari kalangan shahabat, maka tiba-tiba datanglah seseorang membawa semangkok makanan yang dikirim oleh Ummu Salamah (untuk menjamu tamu yang ada dirumah 'Aisyah, padahal bukan hak Ummu Salamah untuk menjamu tamu dirumah 'Aisyah. Pent), maka 'Aisyah pun memukul tangan utusan Ummu Salamah tersebut, hingga jatuhlah mangkuk tsb dan terpecah, maka Nabi -shalallahu 'alaihi wa sallam- mengumpulkan pecahan mangkuk tersebut dan juga makanannya, seraya berkata kepada para sahabat;

غارت أمكم غارت أمكم غارت أمكم

" Ibu kalian ini sedang cemburu, ibu kalian ini sedang cemburu, ibu kalian ini sedang cemburu"

Kemudian Beliau menggantikan mangkuk yang pecah itu dengan mangkuk yang baru dari rumah 'Aisyah -radhiyallahu 'anha-".
________
HR. Bukhari (5225).

☝��Subhanalloh..
Dalam kisah ini terdapat banyak faidah dan pelajaran, diantaranya:

✔Sikap bijaksana Nabi -shalallahu 'alaihi wa sallam- dalam mengatasi kecemburuan istri.
✔Kelembutan Nabi -sh alallahu 'alaihi wa sallam- dan sifat pemaaf Beliau tatkala Beliau tidak sedikitpun menyalahkan istrinya apalagi memarahinya.
✔Tidak menampakkan suatu permasalahan dihadapan orang lain ketika terjadi suatu permasalahan.
✔Tidak membesarkan suatu masalah bahkan berusaha menjadikan hal tersebut perkara yang mudah.
✔Kepandaian Nabi -shalallahu 'alaihi wa sallam- dalam mendidik para sahabat tatkala beliau dihadapkan dengan suatu masalah ternyata beliau menggambarkan hal tersebut dengan nada canda dihadapan para sahabat.
✔Tidak terburu-buru menyalahkan sikap istri.
☝��Dan masih banyak lagi faidah lainnya yang kita bisa petik dari kisah diatas.

Wallohu a'lam.

��Al Ustadz Fauzan Abu Muhammad

�� Silsilah Durus Linnisa

 

Repost by :
��TEGAR DIATAS SUNNAH
Grup Sharing Kajian Islam